RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Sustainable Fishing - KKP Raja Ampat-Ayau and Asia , Papua Bird's Head Seascape

博客

MELAYANG DIUDARA DI ATAS KEPULAUAN AYAU

Tulisan ini disiapkan oleh Valend Burdam, Pride Campaign Manager, Ayau-Asia, Raja Ampat

Tanggal 16 Mei 2011, merupakan tanggal yang kami nantikan untuk melakukan survey udara di seluruh Kep Ayau. Siang itu  Mr Max Hamer dan Ronal Mambrasar berangkat dari Sorido menuju Kep Ayau. Penerbangan Sorido – Ayau dilalui dengan waktu tempuh 1 jam 45 menit dan  tepatnya jam 14-30 pesawat amfibi tersebut tiba tepat di depan kantor KKLD Ayau, sore itu suasana   kep Ayau dihiasi dengan adanya burung besi dengan kapasitas 2 penumpang. Rasa ingin tahu masyarakat tentang adanya pesawat amfibi membuat suasana sore itu ramai dipadati oleh kunjungan masyarakat  di ketiga kampung yakni Kampung Runi, Boiseran dan kampung Dorehkar. Setelah malam harinya saya bertemu dengan Mr Max Hamer untuk berdiskusi mengenai situasi pariwisata di Raja Ampat  dan diskusi lainnya mengenai alternative usaha yang dapat dibangun di wilayah Raja Ampat maka kamipun istirahat ( tidur malam).   Esok harinya survey udara pun kami lakukan dengan rute survey yang telah dibuat. Pagi itu tanggal 17 Mei 2011 saya dan Mr Max Hamer menyiapkan seluruh keperluan yang kami akan bawa, peralatan seperti lembar data, kamera, dan GPS serta alat tulis berupa pensil merupakan bagian yang kami persiapkan ketika akan melakukan survey. Saya sempat di brifing oleh kawan Ronal yang sudah cukup berpengalaman dalam survey udara. Setelah semua persiapan kami siapkan, saya dan Mr Max pun naik diatas pesawat yang kami tumpangi. Saat berada diatas pesawat, aku sejenak diam dan membayangkan serta mengenag peristiwa jatuhnya pesawat Merpati beberapa waktu lalu di Kabupaten Kaimana. Sebelum lepas landas kami berdoa mohon keslamatan dalam penerbangan yang akan kami lalui berkenaan dengan survey udara yang kami lakukan di Ayau. Setelah 3 menit berlalu waktu untuk lepas landaspun kami lakukan dengan rute penerbangan pertama menuju Pulau Fani kami lakukan.   Survey udara ini merupakan kali yang ke 2 yang pernah saya ikuti, kali pertama tahun 2007 namun dengan pesawat yang penumpangnya berjumlah 6 orang, saat itu kami mengambil rute selat Dampier sampai ke Pulau Gak. Survey udara di atas kepulauan Ayau memang mengesankan banyak cerita, sesekali saya tersenyum saat melihat burung pel ikan yang berada hampir sejajar dengan ketinggian jelajah kami. Pemandangan dari atas udarapun menjadi sasaran kamera poket yang saya bawa saat itu. Survey di Ayau besar pun kami selesaikan dan kamipun melanjutkan penerbangan menuju pulau terdepan yakni pulau Fani, cuaca yang cukup berangin saat itu sesekali membuat aku terkejut ketika beberapa saat kami menembus gumpalan awan di udara. Butiran air hujanpun sesekali membasahi kami berdua. Dengan keyakinan yang sungguh saat melintas diantara Ayau besar dan pulau Fani, aku melihat dari kejauhan sebuah kapal troll sedang melakukan aktifitas tepat pada rute penerbangan yang kami lalui. Kamera poket yang kami bawa beberapa kali membidik tepat sasaran kapal troll yang sedang melakukan aktifitasnya. Dari kejauhan aku mengarahkan pandanganku kearah matahari terbenam nampak sebuah kapal lainnya berada pada jarak pandang yang lumayan jauh sehingga ketika aku membidik, sasaran pun hanya nampak samar-samar alias tidak jelas. Saat itu aku berpikir bahwa mungkin ini adalah modus penjarahan  ikan di perbatasan antar RI dan Negara lain.   Perjalanan pun kami lakukan hingga berada diatas pulau Fani. Rasa cemas selalu mengusik dalam benakku karena sebelum kami melakukan penerbagan ke pulau Fani aku belum  sempat berkoordinasi kepada petugas Marinir. Saat mendekati Pos Marinir tepatnya diatas pos, aku langsung melambaikan tangan  dengan maksud agar petugaspun tahu bahwa kalau kami bukanlah pesawat pengintai. Sejenak aku melihat ke bawah, ada lambaian tangan balasan, dari petugas Marinir dan beberapa anggota masyarakat yang saat itu ada bersama-sama dengan petugas mariner. Setelah berkeliling pulau Fani, penerbangan balik pun kami lakukan ke Ayau besar. Saat kembali dari pulau Fani menuju Ayau besar, kami memutuskan untuk singgah di pulau Meosmandung untuk mengisi BBM yang akan kami gunakan untuk melanjutkan penerbagan pada rute ke 2 yakni ke pulau Butt. Karena BBM bensin yang kami siapkan telah diangkut oleh speed Insenem maka kami hanya mendarat dipantai   kurang lebih 20 menit seteh pengisian BBM, penerbangan pun kami lanjutkan ke Ayau kecil hingga kami menyelesaikan survey udara di Ayau secara keseluruhan.

 

评论 (7)

luar biasa pengalaman senior valed saya sangat termotivasi buat kami dan khususnya aku dlm angkatan ke 5 rare"DUAL CORE" .....

Hallo Patrick, aerial survey ini biasa digunakan sebagai tahap screening cepat terhadap kondisi keamanan pada sebuah kawasan yang dilindungi, baik hutan maupun laut. Saat terbang kita bisa menandai titik-titik penting yang terpantau dengan GPS, foto dan video. Setelah tahap ini dilakukan ground check pada titik-titik yang sudah teridentifikasi, dan melakukan tindakan yang dibutuhkan.

Apa survei ini mengajarkan anda?

Serruuuuu .... nanti bolehkan kami naek burung besi ini Bapak :P

Saya menikmati sekali membaca cerita pengalaman om Valend ini. Banyak informasi yang bisa didapat dari atas sana ya. Semoga para penyusup bisa segera diamankan oleh kelompok masyarakat pengawas.

Catatan perjalanan survey udara yang menarik, Kak Valend. Apalagi dilengkapi dengan foto2 yang apik. Serasa ikut membayangkan pengalaman Kak Valend di atas sana. Lebih banyak cerita lapangan lagi yaaa....

wah kakak Valend ternyata keliling dengan ketinting udara..seru!!! semoga bermafaat ya patroli udaranya.

Translate Content: