RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Sustainable Fishing - KKP Raja Ampat-Ayau and Asia , Papua Bird's Head Seascape

博客

Enam Jam Menuju KKLD Ayau-Asia

Perjalanan menuju Ayau-Asia sungguh melelahkan rasa ngantuk, cape, pusing seolah menjadi tradisi yang tak terpisahkan ketika  melakukan perjalanan baik udara, laut dan darat,  sungguh melelahkan  dan beresiko namun menyenangkan bila kita tiba dengan selamat. Perjalanan sorong Ayau pagi itu senin 11 Oktober kami tempuh dalam waktu  6 jam, kami bertolak dari pelabuhan perikanan sorong pukul 10-00 (pagi) dan tiba di Ayau tepat jam  16-00, kondisi laut waktu keluar dari sorong cukup tenang, namun ketika kami mendekat ke pulau waigeo tepatnya kampung Urbinasopen, speed boat yang kami tumpangi sesekali harus berhenti sejenak, karena dihantam ombak  angin timur yang cukup kencang, perlahan-lahan kami terus melaju hingga kami berteduh sementara di satu tempat yang bernama Warsanenem tepat jam 11-30, usai makan siang kami terus melakukan perjalanan hingga tiba di kampung Warwanai, Distrik Wawarbomi tepat di pulau waigeo bagian Utara, setelah kami menurunkan 1 penumpang yang ikut dalam perjalanan kami di kampung tersebut, perjalanan pun kami lanjutkan ke Ayau, wah perjalannan mengarungi laut lepas tanpa pulau yang nampak pun kami lakukan hingga kami tiba di Ayau.

 

Sementara  hampir mendekati bibir pantai kami disuruh untuk memutar haluan menuju tempat penjemputan tamu, kami pun bertanya wah ada apa ni…. rupanya persiapan penjemputan sudah dipersiapkan sehingga ketika kami  diantar ke  pelabuhan Dorei, terdengar alunan music suling tambur yang telah disiapkan  oleh anak-anak SD YPK Silo Dorekhar yang menjemput kami, rasa haru dan senyum yang terpancar sesekali oleh kang Yayat dan Mas Hari seakan menyemagatkan hati dan suasana sore itu, Ibu Eleanor yang juga mengikuti trip kali ini sungguh merasa senang dengan music sultam” suling tambur” ini. Acara pengalungan pun dilakukan kepada  Mas Hari, kang Yayat, dan Eleanor, setelah itu kami di antar menuju kantor KKLD  yang berada di tengah-tengah kampung tepatnya di kampung Boiseran.

Setelah tiba di kantor kami diperdengarkan dengan sebuah  alunan lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak SD  yang mengisahkan keadaan pendidikan  dulu  kala yang masi tinggal dalam kegelapan tetapi sekarang  sudah berada dalam terang, kita bisa baca dan menulis). Usai mendengarkan arahan singkat sekaligus ucapan terima kasih dari Tim RARE , kemudian anak-anak SD pun pulang ke rumah mereka masing-masing. Malam harinya kami berecana untuk  rapat bersama dengan warga masyarakat yang berada di tiga kampung tersebut yakni kampung Boiseran, Runi dan Dorehkar, namun kami tak sempat karena  malam harinya banyak warga masyarakat yang mengikuti pemutaran film tentang kegiatan konservasi di KKLD Ayau-Asia. Ahirnya rapat kami putuskan pada  esok hari selasa  tanggal 12-10-2010 pukul 09-00 ( Pagi) bersama pemerintah kampung dan Masyarakat di 3 kampung tersebut.

Beberapa hal kami sepakati dalam rapat tersebut dan akan menjadi diskusi yang terus akan dilakukan higga  beberapa pembahasan yang di bahas dapat tercapai, misalnya persiapan penyusunan (PERKAM) Peraturan Kampung, pembentukan aliansi nelayan Ayau dan pembuatan kesepakatan bersama masyarakat nelayan untuk menaikkan harga ikan kerapu dan ikan napoleon di Ayau merupakan wacana yang terus akan dibangun kedepan.

 Usai melakukan rapat, perjalananpun kami lakukan ke kampung Meosbekwan, namun sebelum rapat sore hari di Meosbekwan, kami melanjutkan perjalanan ke Distrik Ayau kepulauan tepatnya di pulau Abidon di pulau ini masyarakat dan Petugas perikanan sedang asiknya membudidayakan rumput laut, kami setelah berdiskusi dengan masyarakat, kemudian kami melakukan perjalanan ke pulau Kanober pemandangan alam yang sungguh menakjupkan suasana hati selalu memberi sinyal agar kami segera mengambil langkah untuk menata Ayau bersama kemilau hamparan karang nanpesona hingga kelak kami akan menikmatinya.

Dari Kanober perjalananpun kami lanjutkan ke  Kampung Rutum, di kampung rutum kami disuguhkan dengan  suguhan kelapa muda oleh bapak Kepala kampung Rutum bapak Simson Mirino setelah diskusi singkat dengan kelompok masyarakat di kampung Rutum sekaligus pamitan bersama warga masyarakat di kampung Rutum, saat mendekati  speed boat, kami dikejutkan dengan acara adat mansorandak yang dipersembahkan oleh Bapak Kepala Kampung kepada kang Yayat, Mas Hari dan  Ibu Eleanor, 3 piring gantung pun dipersembahkan kepada beliau bertiga sebagai tanda pertama kali menginjakkan kaki di kampung Rutum.

Usai dari kampung Rutum, Perjalanan pun kami lanjutkan ke Kampung Meosbekawan  setibanya di kampung Meosbekwan, kami  cukup lama menunggu masyarakat karena beberapa tokoh masyarakat baru pulang melaut, setelah menunggu beberapa lama kemudian kami melaksanakan rapat bersama kelompok masyarakat di kampung Meosbekwan, rapat yang kami lakukan beberapa hal diantaranya membahas tentang  keluhan mengenai kapal ikan hias yang sering masuk dan mencari ikan dengan praktek penagkapan ikan hias yang merusak karang, beberapa usul masyarakat tentang pendirian pos pengawasan  zona marga burdam dan kekecewaan masyarakat di kampung meosbekwan akibat dari beberapa oknum nelayan yang melakukan pelanggaran di tempat  zona marga Burdam, menjadi wacana yang akan ditindak lanjuti oleh CM- Ayau. Usai rapat, perjalananpun kami lanjutkan kembali ke Pos KKLD Ayau.

Esok Harinya 13 Oktober kami langsung melanjutkan perjalanan ke Teluk Manyailibit yang adalah  salah satu KKLD diantara 3 KKLD yakni KKLD Ayau, Dampier dan Wayag,  perjalanan pun kami lakukan dari Ayau Menuju TELMA ( Teluk Manyailibit), sebelum sampai di TELMA kami menyempatkan diri singgah di salah satu pulau yang bernama Mamyaef, dipulau ini terdapat 1 rumah dan 1 buah keramba jaring apung (KJA), saat  tiba dipinggir pantai, kami rupanya disambut ribuan ekor ikan  oci dan ikan sardine di bibir pantai pulau tersebut, saat menikmati suasana alam  nan damai tersebut, tiba-tiba saja kami dikejutkan dengan sekelompok ikan bobara yang berusaha memangsa   ribuan ekor ikan lemuru dan oci  yang  menghiasi indahnya pinggiran pantai pulau tersebut , beberapa diantara ribuan ekor ikan tersebut langsung terdampar dipinggir pantai, Ibu Eleanor yang juga menyaksikan pemandangan itu tiba-tiba terkejut dan terdengar teriakan keras, rupaya ikan yang takut tersebut lansung berlarian tepat di bawah kaki  Ibu Eleanor yang saat itu berdiri 2 meter jaraknya dari bibir pantai, 2 ekor diantaranya melompat dan hamper mengena kaki Kang Yayat yang berjalan di pinggir pantai, terdengar teriakan Mas Hari, Kata mas hari, “Kang Yayat tu tolong  selamatkan ikan di bawah kaki mu”, ikan yang menggelepar tersebut langsung  terselamatkan kembali ke laut lagi, “ wah ini kok kenapa banyak sekali berkumpul begini”, rupanya ikan-ikan tersebut mungkin ingin menperlihatkan bahwa keharmonisan hidup yang seimbang antar alam dan manusia kepada semua orang. Ya Allah baru kali ini kami melihat pemandangan seperti ini kata Kang Yayat, dengan atraksi yang mengejutkan suasana siang saat berada di pulau Mamyaef. Perjalananpun kami lanjutkan ke Teluk Manyailibit Rasa bangga dan haru terus terpancar dibenak Kang Yayat yang heran karena baru pertama kali menyaksikan ikan yang hampir mencapai ratusan ribu tersebut, aneh memang tapi itulah kenyataan yang dialami oleh tim RARE saat mengunjungi site KKLD Ayau-Asia. Valend Burdam, CM

 

 





评论 (3)

Famous douceurs inescapables homogeneous brand to deed. This envision definitely be exceedingly exceptional for me whereas I bribe a fortuitous to near my superior paper. Vainglorious! Blesss for your consumes, its been similarly useful. Acknowledges format for sharing your information.

Deskripsi yang bagus sekali tentang kerja keras tim Ayau Asia. Saya yakin sekali bahwa semakin besar pengorbanan maka semakin besar pula hasil yang akan didapat.

Terima kasih untuk laporan perjalanan.

Translate Content: