RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Sustainable Fishing - KKP Raja Ampat-Ayau and Asia , Papua Bird's Head Seascape

博客

KKLD DAN MASA DEPAN AYAU

KKLD Ayau-Asia dengan luas  wilayah 101.440 ha ini terletak di bagian utara Kab Raja Ampat Indonesia, dan merupakan KKLD dengan luasan terumbu karang terluas di Raja Ampat yang juga didukung dengan  letak geografis yang memposisikan kawasan ini tepat berada pada jantung  segitiga Karang (Coral Triangle).KKLD ini didirikan pada 2 April 2007 atas inisiatif masyarakat adat di KKLD Ayau sendiri,  KKLD Ayau-Asia  memiliki tutupan karang keras sebesar  32.90% dari semua kawasan KKLD di Raja Ampat.  Topografi  laut yang bertebing karang menjadikan tempat ini cocok bagi tempat memijah ikan kerapu dan ikan-ikan ekonomis penting lainnya.  Populasi ikan di kawasan karang ini telah mendukung kegiatan perikanan selama berabad-abad, namun sejak beroperasinya kapal penampung ikan  hidup dan masuknya nelayan asin dalam kawasan ini  pada tahun 1990 an mulai  komersialisasi dan perkembangan jaringan-jaringan perdagangan global telah memicu terjadinya penangkapan ikan berlebihan.

Jenis kerapu  yang  paling banyak ditangkap di Kepulauan Ayau adalah kerapu dari jenis Plectropomus areolatus dan Plectropomus maculatus   atau kerapu ekor bujursangkar, yang dulu umum ditemui di pantai-pantai karang di kawasan  KKLD Ayau, namun  kini  telah berkurang hingga  mencapai   10%, ukuran populasinyapun cenderung kecil dan sedang. Saat ini  permintaan dari perdagangan ikan kerapu  hidup, makin meningkat  dan  Ayau masi dijadikan sebagai  target  penangkapan ikan kerapu hidup,  Kini meningkatnya permintaan akan ikan karang dari kota-kota di Indonesia dan luar Negeri telah memicu para nelayan setempat untuk memanen ikan pada tingkat yang tidak berkelanjutan. Kini populasi  penduduk di pesisir Kepulauan Ayau masih  bergantung pada budidaya rumput laut  skala kecil dan perikanan  tangkap ikan kerapu hidup masih cukup intensif dilakukan masyarakat di KKLD Ayau-Asia yang 90%nya  bermata pencaharian sebagai nelayan (data PRA CII 2006).

Oleh karena itu ketergantungan akan alam sangatlah besar, sehingga  peran layanan ekologi yang diberikan kepada masyarakat sangatlah terasa bagi masyarakat. Meskipun demikian, ancaman akan ekosistem yang ada juga cukup besar diantaranya : penggunaan bahan dan alat tangkap yang merusak, penangkapan kerapu hidup skala besar, penangkapan berlebih untuk species tertentu dan lain-lain. Semuanya itu terjadi karena pengetahuan serta tuntutan kebutuhan ekonomi yang mendesak dari masyarakat sendiri dan lemahnya kontrol dari Pemerintah setempat terhadap praktek- praktek perikanan yang desktruktif dari luar wilayah Kabupaten Raja Ampat menyebapkan masi saja terjadi perusakan terhadap ekosistem di KKLD Ayau.

PENGELOLAAN KKLD AYAU DAN TANTANGAN

KKLD Ayau Asia sebagai salah satu kawasan MPA (Marine Protetec Area) di Raja Ampat didirikan  berdasarkan Deklarasi Kabupaten Bahari pada November 2006 dan Kesepakatan masyarakat serta Pemerintah Distrik dan Pemerintah Kampung Sewilayah Ayau pada tanggal 2 April 2007 merupakan salah satu pilihan pembangunan yang cocok bagi pengembangan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Momentum ini merupakan suatu perjuangan yang cukup panjang dan berat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bagi pemanfaatan sumberdaya alam laut yang ramah dan berkelanjutan.

Beberapa lembaga, baik lokal, nasional hingga internasional yang bergiat bagi pelestarian sumberdaya alam laut berkewajiban membantu, memfasilitasi proses ini untuk mencapai hasil yang maksimal dimasa yang akan datang dengan menguatkan sumberdaya manusia, alam dan buatan yang cocok bagi masyarakat dikawasan MPA Ayau Asia. Salah satu sumberdaya buatan yang bisa digunakan adalah merencanakan, mengembangkan dan menjalankan suatu program kebijakan sebagai modal untuk memperkuat kesadaran pentingnya KKLD di Ayau Asia bagi masa depan umat manusia baik secara lokal Ayau, regional Raja Ampat, Nasional Indonesia maupun Internasional bagi masyarakat dunia.

 

Tentunya peran ini lebih besar dan seharusnya diambil oleh PEMDA Raja Ampat sebagai kepanjangan tangan masyarakat, tetapi juga sebagai kepanjangan dari pemerintah pusat dan sebagai otoritas pembangunan. Namun lembaga-lembaga yang bekerja disekitar kawasan Ayau Asia juga berupaya  memastikan bahwa kegiatan ini bisa dilakukan secara tepat berdasarkan ilmu pengetahuan modern, dan ilmu pengetahuan masyarakat sebagai pengalaman memanfaatkan dan mengelolah sumberdaya alam laut secara lestari.

Gambaran Umum MPA Ayau Asia

Secara geografis Ayau-Asia terletak pada 130º54 BT- 131º14 BT dan 0º12 LU- 0º45 LU. Serta berbatasan dengan :

 

Bagian Utara : Negara Palau dan Filipina

 

Bagian Timur : Kepulauan Mapia Biak dan Manokwari

 

Bagian Selatan : Kabupaten Sorong dan Waigeo Timur.

 

Bagian Barat : Waigeo Utara

Secara umum masyarakat Ayau adalah Nelayan yang kesehariannya tergantung dari Alam Laut segala potensi yang bisa dimanfaatkan untuk pertahanan hidup (makanan), sebagai sumber ekonomi, sebagai sumber spiritual (membangun gereja dan ritual adat maupun agama), sumber kehidupan masa depan (pendidikan dan kesehatan). Sangat jelaslah bahwa Ayau adalah petualang laut yang sejati. Sebenarnya luas daratan juga masih mencukupi hanya saja sebagaian besar di padati oleh pasir dan batuan gunung sehingga pengelolahan darat baik pertanian, maupun peternakan belum mampu diolah, perlu keterampilan khusus atau teknologi lain untuk mengelolah lahan didarat.

Penduduk Di Ayau terdiri dari dua sub suku Biak yaitu:

 

Suku Wardo Yenkawir, Rutum dan Reni. berbahasa Biak ragam Wardo.

 

Suku Usba : Dorehkar dan Mosbekwan.berbahasa Biak ragam Usba.

 

Jumlah marga keseluruhan ada 24 marga dengan Hak Petuanan masing-masing. Walaupun demikian ada daerah-daerah yang diperebutkan oleh beberapa marga.

 

Jumlah Penduduk yang benar-benar menetap di Ayau berdasarkan  Data penduduk kantor Distrik Ayau 2009 adalah 2652 jiwa. Secara umum masyarakat hidup mencari di sekitar17-24 pulau yang ada diwilayah Ayau secara bebas hanya saja akan menjadi masalah jika ada investasi ataupun suatu proyek pembangunan yang akan masuk kedaerah ini. Karena selain hak atas lahan dari adat, soal lain yang muncul juga adalah komposisi penduduk yang tidak merata dimana ada kampung dan marga yang sangat besar dan ada kampung yang kecil dan sedikit penduduknya.

Dari hasil penelitian Conservasi Internasional Indonesia program Raja Ampat, telah membuktikan bahwa Kepulauan Ayau merupakan salah satu kawasan yang dapat dijadikan SPAGs ( tempat pemijahan ikan gerapu). Tempat dimana ikan akan selalu kumpul untuk kawin dan bertelur. Ayau merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari kepulauaan Ayau sendiri, yang terdapat 10 pulau – pulau kecil dan besar serta kepulauan Asia yang memiliki 3 pulau yang merupakan pulau terluar, berbatasan dengan negara kepulauan Palau. Kawasan ini memiliki potensi ikan yang cukup berlimpah, dari hasil penelitian ini juga terdapat 29 jenis ikan karang serta 3 jenis penyu. Prosentasi karang hidup 80% dan karang mati atau rable 30 %, karang hidup ini juga terdiri dari jenis karang keras dan jenis karang lunak.

 

Di kepulauan Ayau terdapat 7 kampung dan 2 Distrik dan 5 kampung telah melakukan peruntukan kawasannya masing – masing lalu juga telah memasang pelampung sebagai tanda bahwa ini merupakan kawasan yang telah ditentukan sebagai zona tabungan ikan, sehingga akan di buat juga zonasi untuk kawasan tangkap atau areal pemanfaatan bagi masyarakat. Areal ini akan di tandai dengan rompon, yang tentunya tidak jauh dari zona perlindungan, karena ketika ikan memijah dan bertambah banyak di dalam tabungan ia akan keluar, ketika ikan keluar dari zona perlindungan ini otomatis akan dapat di manfaatkan oleh masyarakat.

Penentuan kawasan ini memang di mulai dengan proses sosialisasi kepada masyarakat, proses ini juga membutuhkan penjelasan yang sangat detail dan sistematik, karena diawal – awal banyak pemahaman yang prokontra. Namun akhirnya bisa dipahami dan dikerjakan oleh masyarakat. Setelah penentuan kawasan ini masyarakat juga memilih anggota mereka untuk menjadi team patroli atau pemantau ketertiban kawasan. Ada perubahan perilaku yang mulai nampak pada masyarakat Ayau, dari pola makan yang cukup terkenal dengan sebutan masyarakat pemakan penyu, akhirnya dapat dikurangi bahkan beberapa kampung sudah tidak mengkonsumsi penyu lagi. Menurut kordinator tim monitoring, yang melakukan penelitian, Sdr. Erdy, bahwa kawasan ini cukup berpeluang untuk tujuan wisata selam, sehingga diharapkan kedepannya segera harus di dorong kearah Pariwisata, sehingga dapat juga dimanfaatkan bagi alternatif pendapatan ekonomi masyarakat di wilayah ini.

Selain kawasan konservasi yang telah disepakati dan dikelola oleh masyarakat kepulauan Ayau, juga terdapat beberapa lokasi seperti di wilayah teluk Mayalibit, Selat Dampir dan Waegeo barat yaitu dipulau Saint, piay dan pulau wayak yang juga memiliki potensi yang tidak kalah menarik, serta satu kawasan lagi yang menurut penilitian awal bersama TNC ( The Nature Conservation) adalah di wilayah Kofiau.Tujuan terbentuknya kawasan – kawasan konservasi laut ini untuk mempertahankan ekosistem lingkungan hidup yang ada di Raja Ampat serta memperbanyak cadangan makanan yaitu tabunga ikan bagi masa depan anak cucu masyarakat di Raja Ampat. Sayangnya, saat ini kawasan ini terancam karena berdekatan dengan areal aktivitas pertambangan saat ini, seperti pulau Manoram, Pulau Kawe, Teluk Mayalibit, Warwanai, Yembekaki, Kapadiri. Pulau-pulau ini memang direncanakan sebagai areal tambang. Hal ini tentunya sangat memungkinkan akan terjadi kerusakan yang fatal bagi keberadaan ekosistem lingkungan yang sangat kaya dari sektor kelauatan ini. (CHALY/CBP/SRG / VB)

 

 

 

 


















评论 (3)

Good manager from the monitoring staff, whom performed case study, Br. Erdy, until this place is reasonably likely to dive vacation getaway, that's estimated to be in this speedy potential pushed in direction of Travel, thus it can be used by alternate financial earnings online communities in this field. IT Governance

Terimakasih om Valend sudah sharing informasi yang komprehensif tentang KKLD Ayau. Mudah-mudahan cita-cita besar om Valend untuk kemajuan dan kemandirian masyarakat Ayau bisa tercapai

Great latar belakang informasi di situs Anda.

Translate Content: