Tulisan ini disiapkan oleh Valend Burdam, Pride Campaign Manager Ayau-Asia, Raja Ampat
Tulisan ini disiapkan oleh Valend Burdam, Pride Campaign Manager, Ayau-Asia, Raja Ampat
Memang mengharukan
Waktu berjalan begitu cepat, orang-orang datang dan pergi dalam kehidupan kita.Kita jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan untuk mengatakan kepada mereka betapa besar arti mereka bagi kita.(kutikan kata-kata bijak)
Antara dikerjain oleh PPM atau tidak aku sudah merasakan gaya Kang Yayat saat memulai sesi, Mona yang tiba-tiba memulai isu baru tentang keadaan di ayau, semakin tidak meyakinkan aku, sempat kaget mendengar percakapan Mona sama Om di Waisai, tetapi aku tetap Optimis. Mas Hari yang juga mencoba serius menjelaskan situasi di pekan ke 2, Mas Rulli yang juga menyumbangkan masukan mulai menciptakan keadan yang sempat diam dan dirasakan juga bagi teman-teman CM, Aku merasa ada yang aneh saat itu,
PENGANTAR
KKLD Ayau di bulan september saat ini sedang mengarah pada penataan pemanfaatan ruang dan kesiapan tim kerja untuk membenahi berbagai lini untuk maju menuju Ayau baru. Pendekatan dan diskusi antar marga dan kampung terus menjadi prioritas utama sampai pada diskusi ke tingkat stakeholder di Pemda Raja Ampat maupun pemangku kepentingan lain di kota Sorong dan sekitarnya, karena degan demikian maka sumbang saran yang dihimpun itu yang kemudian dapat disesuaikan dengan garis komado dan tanggung jawab masing-masing staf dalam Tim untuk mengatur langkah, merapatkan barisan dan maju sejalan dengan irama konservasi yang di kampayekan saat ini.
Sosok Bapak Esrom Imbir dari Kampung Boiseran, Distrik Ayau.
Sebagian orang berbicara soal isu konservasi, memahami makna konservasi mengerti konsep Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) mengetahui dampak kerusakan laut akibat unsure kesengajaan manusia, namun bagi bapak Esrom Imbir seorang tokoh agama asal marga Imbir ini, memiliki komitmen yang kuat sejak masuknya CI tahun 2007 dengan konsep KKLD. Saat ini komitmennya untuk menggagas ide untuk menyelamatkan laut dan ekosistemnya terus diperjuangkannya seiring dengan perkembangan social ekonomi dan pembangunan di kepulauan Ayau.
KKLD Ayau-Asia dengan luas wilayah 101.440 ha ini terletak di bagian utara Kab Raja Ampat Indonesia, dan merupakan KKLD dengan luasan terumbu karang terluas di Raja Ampat yang juga didukung dengan letak geografis yang memposisikan kawasan ini tepat berada pada jantung segitiga Karang (Coral Triangle).KKLD ini didirikan pada 2 April 2007 atas inisiatif masyarakat adat di KKLD Ayau sendiri, KKLD Ayau-Asia memiliki tutupan karang keras sebesar 32.90% dari semua kawasan KKLD di Raja Ampat. Topografi laut yang bertebing karang menjadikan tempat ini cocok bagi tempat memijah ikan kerapu dan ikan-ikan ekonomis penting lainnya. Populasi ikan di kawasan karang ini telah mendukung kegiatan perikanan selama berabad-abad, namun sejak beroperasinya kapal penampung ikan hidup dan masuknya nelayan asin dalam kawasan ini pada tahun 1990 an mulai komersialisasi dan perkembangan jaringan-jaringan perdagangan global telah memicu t
Perjalanan menuju Ayau-Asia sungguh melelahkan rasa ngantuk, cape, pusing seolah menjadi tradisi yang tak terpisahkan ketika melakukan perjalanan baik udara, laut dan darat, sungguh melelahkan dan beresiko namun menyenangkan bila kita tiba dengan selamat.
Bulan Maret merupakan bulan yang benar-benar Tim Ayau mempersiapkan kordinasi untuk membangun kembali nilai-nilai leluhur di KKLD Ayau. Inisiatif yang muncul dari Tim kemudian mendorong kegiatan HUT YPK dirayakan degan pusat kegiatan adalah Kampung Meosbekwan. Kegiatan ini mendapat perhatian yang sangat serius dari Dinas Pendidikan, dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Raja Ampat untuk mendorong kegiatan ini tetap dirayakan. Perhatian yang serius ini juga datangnya dari para orang tua murid dan guru serta semua kalangan masyarakat di KKLD Ayau.