Campaign for Sustainable Forest Management/Lamandau River Wildlife Reserve, Central Kalimantan, Borneo, Indonesia

博客

Makhluk-Makhluk Tanpa Akal yang Mempunyai Peran

Banyak kita mengenal berbagai jenis binatang di alam tapi tidak semuanya mengenal peranan makhluk-makhluk yang katanya tanpa akal itu. Banyak jenis binatang yang ternyata hidupnya sudah menjalani tugas masing-masing di muka bumi ini saat diciptakan. Dari makhluk dengan ukuran terkecil saja, misalnya kupu-kupu. Kita panggil saja si upu. Si upu dan bebrapa kerabat serangga kupu-kupu maupun ngengat dan keluarga serangga lainnya diciptakan untuk bertugas membantu penyerbukan bunga-bunga.Kupu-kupu saat melekat di bunga mencari madu bunga, kaki-kakinya menempel di serbuk sari dan terbawa. Saat hingga dari satu bunga ke bunga lain serbuk sari jatuh ke putik. Maka terjadilah proses pembuahan. Apa yang terjadi...buah-buahan banyak tumbuh di hutan. Buah itu memberi mafaat bagi banyak makhluk yang hidup di hutan maupun sekitarnya. Rambutan, durian, cempedak adalah buah-buahan yang tanpa kita pikirkan di hutan siapa yang memprosesnya. Pohon-pohonnya dalam hal ini siapa yang menanam? Tentunya kita tidak pernah berpikir siapa yang menjadikan pohon-pohon di hutan yang besar-besar sampai yang berdiameter batang lebih dari 2 meter. Pernah terpikir binatang kumbang penggali yang selalu mengubur biji-bijian tanaman di hutan, tahu biji-bijian itu yang menyebarkan si rangkong bermulut panjang dan besar bersama si owa dan kera berambut merah itu? Mereka lah yang membawa biji-biji itu tersebar jauh luas yang akhirnya menjadi tumbuhan atau tanaman yang kita tidak pernah pikirkan asal mulanya proses itu terjadi. Mereka memakan buah-buahan yang ada di hutan hasil proses penyerbukan bunga menjadi buah oleh si kupu-kupu dan bijinya terjatuh ke tanah di ambil dan dimasukkannya ke dalam lubang tanah, kemudian tumbuh menjadi tanaman baru dan hutanpun beregerasi. Mereka para petani hutan, tangan manusiapun belum tentu bisa melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Tuhan Maha Besar.

Ternyata selain bangsanya si upu, si kupu-kupu itu, ada juga kisah lain dari binatang lainnya, contohnya si katak. Bianatang dua alam ini sangat peka terhadap bebbagai perubahan disekelilingnya. Jika ada sesuatu yang berubah dan tidak seusai mendukung kehidupannya mereka akan pergi menjauh. Seperti danau atau sungai yang tercemar atau sawah yang menjadi perumahan atau hutan yang menjadi daerah pemukiman. Seperti si katak dengan kulit dan wajah yang membuat kita geli, ternyata mampu menjadi penanda bagi lingkungan yang telah tercemar. Tidak hanyak katak, ikan di lautpun mampu memberi tanda-tanda alam akan datangnya sebuah bencana. Contohnya tsunami. Segerombolan ikan GT atau yang bernama lokal kue atau rintik/mamong di bahasa nelayan Bangka Belitung melakukan pergerakan berpindah dari perairan di barat Samudera Hindia ke perairan Selat Bali. Tak disangka oleh para pemancing dari Jepang saat itu, kenapa dari data yang diterima di layar monitor radar ada pergerakanikan dari perairan Aceh menuju Selat Bali dan sekitarnya. Merekapun bertanya-tanya dan bahkan mengira-ngira akan terjadi suatu fenomena alam di laut. "Sepertinya akan terjadi sesuatu, aneh rasanya ada pergerakan ikan dari perairan di Aceh dan ikan berkumpul di Selat Bali dan sekitarnya" kata salah satu pemancing jepang kepada teman-temannya. Saat itu mereka  sedang menikmati hari-hari memancing mereka 3 hari sebelum kejadian tsunami Aceh. Apa yang dirasakannya ternyata benar lepas sehari kembali pemacing Jepang itu ke negerinya. Keesokan harinya terdengar berita Indonesia dilanda tsunami hebat bersekala lebih dari 6 skala richter saat itu. Begitu dahsyat tanda pergerakan ikan itu sampai kami tidak bisa memprediksinya, ungkap salah seorang pemancing Jepang itu.Luar biasa mereka yang tanpa akal juga berperan dalam dunia ini.(ESA)

 

评论 (0)

Translate Content:

相似的项目

  • 亚洲
  • 哺乳动物