RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Wakatobi National Park, South East Sulawesi (Bogor 4 campaign)

Terbaru Blog

Pertemuan antara sebuah asa dan keinginan yang sederhana

Pancaran sinar mentari di rabu pagi tampak cerah, kembali meneguhkan bahwa sang surya tak kenal keluh kesah. Sudah keniscayaan baginya, untuk terus menyinari suasana pagi yang menyimpan sejuta asa.Masih adanya asa untuk memperbaiki kondisi perikanan melalui implementasi kawasan larang tangkapak itulah yang menjadi penggerak bagi Kelompok Syahbanjara untuk melakukan pengawasan mandiri di kawasan laut sekitar Pulau Kaledupa. Pagi itu (070312), untuk pertama kalinya Kelompok Syahbanjara melakukan aktifitas penjangkauan dan penyadartahuan di Zona Pariwisata Hoga kepada para pengguna sumberdaya yang beraktifitas di kawasan larang tangkap.

DISEBAR, BIAR SEMAKIN MENGAKAR

 “Memang benar apa yang ditulis di selebaran (red-factsheet) itu. Sudah sulit kita dapat ikan didekat kampung. Teripang sekarang sudah seperti emas, karena sangat sulit kita dapatkan.“ Begitulah yang diungkapkan Roni, pemuda Desa Mantigola yang sehari-hari mencari ikan di laut setelah selesai mengajar disebuah sekolah. Ungkapan tersebut disampaikan setelah Roni membaca sebuah Lembar Informasi Perikanan Desa sebagai salah satu media kampanye yang didapatkannya.

Soft Enforcement: Distribusi peta zonasi kepada para pengguna sumberdaya

Kepatuhan seseorang terhadap suatu aturan hukum, dapat timbul dari beberapa sebab. Diantaranya yaitu :rasa takut terhadap ancaman sanksi, hukuman, denda, dll (hard enforcement) dan kepatuhan yang dilakukan atas keinginan masyarakat itu sendiri (soft enforcement). Kedua sebab tersebut sama penting, walaupun untuk penegakan jangka panjang kepatuhan yang didasarkan pada kesadaran hukum (soft enforcement) terbukti lebih efektif.   (Jurnal Wacana, Edisi 26 Tahun XIII 2011)

PARA JUARA

 Suara lantang dari Pak Edja,  menjadikan pandangan dan pendengaran masyarakat yang hadir pada tertuju ke panggung. Malam itu tanggal 31 Desember 2011 adalah malam pengumuman para pemenang lomba karaoke konservasi Pulau Kaledupa.

Sebagai ketua dewan juri dalam lomba tersebut, tepat pukul 20.45 WITA Pak Edja  membacakan hasil penilaian dan rapat dewan juri..... bunyi dari redaksi nya ....

           KEPUTUSAN DEWAN JURI LOMBA LAGU KONSERVASI TINGKAT PULAU KALEDUPA TAHUN 2011

           Menimbang

Buah bibir, fenomenal dan booming

Dari proses kampanye yang berlangsung selama ini, Niar membagi ceritanya di http://www.rareplanet.org/id/node/38859

Sunyi senyap

 Sorak suara dan riuh gemuruh tepukan para penonton sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap para peserta lomba karaoke konservasi tiba2 setelah beraksi di panggung, tiba-tiba berhenti dan hilang seketika. Suasana pun menjadi sunyi senyap..... Tak lama kemudian menyusul  suara yang keluar dari microphone, “ Adik, tadi sudah menyanyikan lagu yang berjudul Ambil Sebagian, Simpan Untuk Hari Esok. Lagu tersebut menjelaskan tentang apa?” Itulah suara dari Pak Sahila Polhut SPTNW-2 Kaledupa. Dalam lomba karaoke konservasi ini Pak Sahila memiliki peran sebagai Juri untuk menilai pengetahuan tentang konservasi dari para peserta lomba.

Tak sekedar bernyanyi

 Penilaian bagi para peserta dalam lomba karaoke konservasi ini,  tidak hanya mengenai kemampuan bernyanyi para peserta saja. Akan tetapi  yang menjadi salah satu kunci utama penilaian dalam lomba karaoke ini adalah pengetahuan peserta lomba karaoke mengenai konservasi secara global  dan juga konservasi dalam konteks lokal. Dengan spesifik pesan kunci mengenai sistem pengelolaan Taman Nasional Wakatobi untuk mencapai perikanan berkelanjutan.

Ikatlah Ilmu dengan menuliskannya

 Dengan seragam dinas polhutnya yang lengkap dan rapi, Pak Sahari yang merupakan Kepala Resort Kaledupa membuka obrolan pagi itu ke saya dengan bercerita tentang adanya masyarakat yang mengirim sms kepadanya tentang lembar fakta yang sudah kita sebar ke desa-desa. SMS dari seorang ibu tersebut tertulis, “Padahal programnya BTNW melalui penyebaran informasi ke masyarakat lebih bagus, dari pada programnya x*y*z yang hanya bagi-bagi uang saja.” Lembar fakta sederhana yang dicetak hitam putih itu mendapat perhatian dan umpan balik dari masyarakat, salah satunya melalui sms yang dikirim oleh seorang ibu tersebut. Dimana di halaman terakhir lembar fakta kita menuliskan contact person para Kepala Resort – SPTNW 2 Kaledupa.

Action on the stage

Semangat  para peserta untuk menjadi juara dalam lomba karaoke ini sangat  tinggi. Hal ini terlihat dari persiapan yang dilakukan oleh peserta, dari mulai menghafal syair lagu, latihan menyanyikan lagu yang diiringi organ maupun dalam memilih kostum pada saat perlombaan nanti.

Tak sekedar semangat pada saat persiapan menjelang perlombaan saja , namun semangat itu juga nampak nyata pada saat di panggung. Dengan suara khasnya dan gaya ekspresifnya para peserta mampu menghibur dan membuat penonton menikmati perlombaan karaoke itu. Dan sanggup berlama-lama menyaksikan perlombaan karaoke hingga tengah malam (00.00 WITA).

Sold Out...Meriah........

“Kalo Pak Des mau cari siapa saja masyarakat Darawa, saya jamin ada semua disitu. Wa ina ina (red-nenek2 ) yang jarang keluar rumah saja, semua pada datang pengen lihat cucunya menyanyi.” Itulah yang diungkapkan La Ato kepada saya, sebagai gambaran betapa ramai dan banyaknya penonton yang hadir malam itu (231211) untuk menyaksikan lomba karaoke di Desa Darawa.

Kursi-kursi yang disediakan panitia pun sudah penuh diduduki oleh para penonton yang hadir sebelum dimulainya pembukaan acara lomba karaoke. Akhirnya para penonton yang belum kebagian tempat duduk, banyak yang duduk “ngampar” didepan dan sekeliling panggung. Bahkan banyak juga penonton yang berdesak-desakan di kolong-kolong rumah dan teras rumah yang berada disekitar panggung tempat acara lomba karaoke dilaksanakan. Sold Out dech...he..he..