RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

BV2BL (Bogor Virtual Brown Bag Lunch :D)

Apa Happening

Rayuan Maut! Pentingnya Pesan Melekat dalam Komunikasi Massal

Bulan puasa baru saja berlalu. Setiap bulan Ramadhan, saya selalu sebal dengan iklan produk komersial yang satu ini. Sayang, nampaknya produsen produk ini paham bahwa produknya sangat diminati dan dapat terdongkrak penjualannya pada saat bulan puasa dan lebaran. Hasil ngerumpi dengan teman-teman sekantor membenarkan dugaan saya. Kami semua sebal dengan iklan sirup yang dilukiskan mampu memuaskan dahaga dan memberikan kesegaran tiada tara pada saat buka puasa. Apalagi bila iklan sirup tersebut diputar di saat siang terik di bulan Ramadhan. Es sirup dari aneka buah-buahan itu nampak berwarna-warni, disajikan dalam gelas yang mengembun karena banyak bongkahan es batu di dalamnya. Ditunjang dengan mimik muka close up dan bahasa tubuh yang sangat meyakinkan dari para modelnya. Hhmmm…..segarrr…..nikmat bangettt! Sungguh rayuan maut yang sangat dahsyat, apalagi di awal bulan Ramadhan! Walaupun demikian, saya tak akan mau membatalkan puasa Ramadhan hanya untuk segelas es sirup segar itu. Ini yang akan saya lakukan. Selepas jam kerja, saya akan pergi ke swalayan, membeli sirup favorit saya itu dan memuaskan dahaga saya di rumah pada saat berbuka.
 

Kan Kuingat Selalu! Pentingnya Recall dalam Komunikasi Massal

Akhir-akhir ini sebuah iklan komersial di TV mencuri perhatian saya. Begitu hebatnya iklan itu mengusik saya, hingga saya memutuskan untuk menuliskannya sebagai salah satu contoh untuk membahas sebuah komponen penting dalam komunikasi.

Gantt Chart: Alat Wajib Para Manajer Proyek (Nita Ryarti)

Secara sederhana project management dapat diartikan sebagai sebuah proses mencapai tujuan dengan mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu. Dunia perkuliahan mengenal rangkaian proses ini terdiri dari planning, organizing, actuating and controlling/monitoring and evaluation (POAC). Tulisan pengantar ini mencoba memancing diskusi dengan berfokus pada peran seorang PM, yaitu memastikan setiap tahapan-tahapan berjalan sesuai rencana. Kompleksitas proses dalam project ini mendorong banyak ahli mengembangkan alat kajian yang membantu seorang project manager (PM) untuk mewujudkan visi besarnya. Begitu tahu kerangka besar project dan selesai merumuskan (SMART) objectivenya, PM akan perlu alat monitoring yang terperinci yang mencantumkan daftar kegiatan dengan kerangka waktu dan penetapan tugas masing-masing anggota team. Alat monitoring yang sering digunakan Rare adalah table gantt chart, yang juga direkomendasikan oleh kalangan praktisi termasuk yang diulas di pelatihan SIM the Art of Project Management.   Seni membangun gantt chart sangat tergantung pada kepekaan seorang PM dalam menjawab dua tantangan utama, yaitu: keterbatasan waktu dan kemampuannya menganalisa kekuatan anggota team pendukung. Dua hal ini punya hubungan timbal balik, artinya, dengan menugaskan si A pada kegiatan X, PM harus dapat memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh si A hingga tugas itu benar-benar selesai, mungkin dia akan perlu bantuan dari si B, sementara si B baru akan lowong setelah tugas Y selesai, bisa jadi akan diperlukan tambahan waktu sekian hari, dst. Untuk ini, alat analisa kepribadian seperti MBTI semakin banyak diperkenalkan bahkan dimasukkan oleh lembaga kursus manajemenke dalam modul pelatihan. Harapannya alat ini dapat membantu PM mengenali atributnya dan atribut teamnya sehingga tercipta sinergi sekaligus memperkirakan kemungkinan bottle neck pelaksanaan kegiatan. Mengutip Hari Kushardanto, gantt chart juga berfungsi sebagai alat komunikasi. Perkembangan pencapaian kegiatan, yang dimonitor melalui gantt chart, menjadi dasar diskusi lebih lanjut untuk mengurai mengapa ada bottle neck dan bagaimana team dapat mengatasinya hingga objective-nya dapat tercapai

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh: From Segmenting to Communitization

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

Work Life Balance: Bagi-bagi tips nya dong! (2) (Nita Ryarti)

(Pengantar: berlanjut dari posting sebelumnya ... Mama Nita berbagi mengenai work-life balance. Selamat berdiskusi yaaa - sw)   Jumat sore, waktu pulang kantor, waktunya meneriakkan kata-kata sakti, “Don’t work too hard! Don’t kill yourself! There is always tomorrow!” Pada tingkat praktikal, saya melihat work-life balance sebuah dunia yang dibagi tiga persis sama: 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk bekerja dan 8 jam untuk yang lain-lain dan lain-lainnya. Pastinya saya mengadopsi mentah-mentah bahwa idealnya dunia itu sama dan sebangun. Kenyataannya selalu saja ada cara untuk melanggar komitmen sederhana yang saya percayai ini. Letak tantangannya buat saya bukan soal komitmen, tapi soal menjaganya tetap konsisten 8:8:8. Mari saling ber-brainstorming untuk memperkaya tips ini terutama yang telah dibuktikan dari pengalaman pribadi tentang langkah praktis menyeimbangkan pekerjaan dan non-pekerjaan. Untuk memulai, tips berikut diambil dari tulisan Angeline V Teo di majalah Today’s Manager edisi Apr-May 2010, Regain Work-Life Balance Using the Four-Step Formula. Teo merumuskan SPAM pointers:  

Work Life Balance: Bagi-bagi tips nya dong! (Nita Ryarti)

             

Negosiasi Bukan Sebuah Kompetisi (Nita Ryarti)

  “Jeng Indah, kemeja metamorfosanya boleh aku kasih ke Asti yang ukuran S? Jadi Jeng Indah dapat yang ukuran M.” Dengan berat hati, “Tidak apa-apa, Mas.” Pada banyak kesempatan, memilih untuk tidak bernegosiasi lebih mudah, padahal dengan bernegosiasi masing-masing pihak berproses melangkah ke posisi yang sama-sama lebih menguntungkan. Dalam keseharian negosiasi sering dikaitkan dengan transaksi tawar-menawar yang akhirnya secara keliru dipandang sebagai sebuah kompetisi, ada pihak yang harus meng(k)alah sementara sisi lain menang. Negosiasi bukan kalah-menang, sama-sama kalah, atau sama-sama menang dalam semangat baku sepak. Esensi negosiasi terletak pada kemampuan negosiator untuk mengharmonisasikan kepentingan masing-masing pihak. Dalam keseharian, kepentingan masing-masing ini terkait dengan tenggat waktu dan deliverables dari kampanye Pride, misalnya. Tanpa kesadaran untuk menambah jam terbang melatih diri bernegosiasi, PPM bisa saja mengambil posisi seperti saya tadi, menuruti CM yang punya segudang alasan menunda mengirimkan tugas sebagaimana disyaratkan, dan akhirnya mempengaruhi jalannya keseluruhan kampanye.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Benoliel (2006) menggarisbawahi pentingnya untuk mulai dari tahu apa yang diinginkan dan mendisiplinkan diri untuk menjadikannya pedoman. Seringkali negosiasi menjadi proses yang melelahkan, memakan waktu dan penuh tekanan. Tanpa disiplin, proses yang seolah hampir mencapai kesepakatan bisa saja kandas di tahap-tahap final. Berau hampir-hampir tidak termasuk dalam cohort 4, sementara konfirmasi dana pendamping dari WWF Indonesia sudah ada dan Leadership Rare sudah menyetujui CPP yang menyebutkan Berau sebagai salah satu mitra kampanye. Buy in bisa didapat sewaktu Rare benar-benar memahami ketegangan seputar luasan kawasan konservasi laut dan sejarah kerjasama DKP Berau dengan WWF dan DKP memahami bahwa pendanaan kampanye adalah porsi pendanaan Rare.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain itu, seorang negosiator ulung harus tahu, kalau ini tidak berhasil, apa opsi lain yang dia punya? Konsep ini disebut BATNA (best alternative to a negotiated agreement). Kalau BATNA-nya lebih baik dari kemungkinan kesepakatan, berarti sudah waktunya pergi. Sewaktu memulai diskusi dengan Pescas Timor Leste, Rare tahu yang diinginkan adalah Site Nino Konis Sentana dan berupaya keras agar Pescas mengajukan site ini. Menyadari kemungkinan meleset, Rare membangun BATNA yaitu sebuah criteria, “site apapun asal di pantai utara.” Kenyataannya Pescas ngotot mengajukan Suai di Selatan yang berbatasan dengan laut lepas dengan ketidakjelasan nilai keanekaragaman hayatinya. Rare pergi. No deal is better than a bad deal, Benoliel (2010). Kunci utamanya adalah saling memahami, peka terhadap minat pihak yang diajak bernegosiasi. Seandainya sejak awal saya tahu kalau prioritas minat Asti adalah warna, hitam, bukan ukuran. Pasti lain ceritanya. Untunglah satu jam kemudian Asti menelpon, “Mamnit, ambil yang S aja, soalnya gua dah punya yang coklat. Gua maunya item, gak papa, Mamnit, nti gua mau kecilin di tukang jahit aja.” “Beneran, Sti? Waah, tengkyu, ya.” Asti dan Nita sama-sama mendapatkan yang diinginkan, Mas Hari, entahlah, apa keinginannya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Benoliel, Michael. The Upper Hand: Winning Strategies from World-Class Negosiators (Platinum Press, 2006). Benoliel, Michael. “The Principles of Masterful Negotiation,” Today’s Manager, Apr-May 2010

Ingin Hadiah? Caranya SANGAT MUDAH!

 Dear Bogor Team,

Nantikan posting dan peluang mendapatkan hadiah menarik melalui grup ini!

Dear Bogor Team,

 

Translate Content:



group members

100_4511.JPG