RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Sustainable Fishing - KKLD Alor Island South East East

Blog

Draft Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) Pengawasan

Draft Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) Pengawasan I. Pendahuluan A. Latar Belakang Kawasan Konservasi Laut Daerah adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Saat ini kondisi kawasan konservasi Laut Daerah Kabupaten Alor sudah mengalami kerusakan yang cukup parah dikarenakan ulah dari manusia itu sendiri. Permasalahan utama yang sering terjadi di Kawasan konservasi laut antara lain : 1. Penangkapan ikan/sumber daya alam menggunakan bom dan bahan kimia beracun. 2. Penangkapan ikan/sumber daya alam menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan (Purse seine yang mempunyai mata jaring kurang dari 2 inch dan alat tangkap lainnya yang tidak ramah lingkungan) 3. Penangkapan sumber daya alam di tempat pemijahan. 4. Kegiatan yang mengancam kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya ( Penambangan pasir dan terumbu karang, perambahan mangrove, perusakan lamun, pengambilan biota laut yang dilindungi ) 5. Pencemaran ( limbah rumah tangga, tumpahan minyak, sampah dan bentuk pencemaran lainnya ) Perlindungan dan pengamanan kawasan pada dasarnya adalah upaya melindungi dan mengamankan kawasan dari gangguan manusia, baik yang berada disekitar maupun yang jauh dari kawasan namun mempunyai akses yang tinggi terhadap kawasan tersebut. Pengamanan dan perlindungan di wilayah laut mempunyai kekhususan maka perlu dibuat suatu Standar Operasi Pelaksanaan (SOP) sebagai acuan pelaksanaan. B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud pembuatan Standar Operasional Pelaksanaan ( SOP ) ini adalah sebagai pedoman bagi seluruh anggota pengawasan dalam melaksanakan tugas dilapangan. 2. Tujuannya adalah untuk pedoman agar tidak menyimpang dari ketentuan yang ada. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup SOP ini meliputi rencana operasi pengawasan, cara bertindak, penyelesaian masalah, evaluasi dan pelaporan D. Landasan Hukum 1. Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1981 KUHAP 2. Undang-undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan 4. Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan 5. Undang-undang NOmor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil II. Tugas dan Tanggung Jawab POKMASWAS 1. Melaksanakan pengawasan di sekitar Terumbu Karang (Daerah Perlindungan Laut) 2. Selama melaksanakan tugas selalu berkoordinasi dengan petugas di darat 3. Jika ditemukan Kapal yang mencurigakan melanggar peraturan, segera lapor kepada Penyidik TNI AL, Polri, PPNS dan jika tertangkap tangan situasi memungkinkan masyarakat boleh menangkap kapal yang melanggar dan membawa ke Palabuhan terdekat III. Metodelogi Pengawasan A. Perencanaan Perencanaan harus dimulai dari : 1. Peta Kerja Petugas pengamanan harus mengetahui wilayah kerja, daerah – daerah rawan pelanggaran khususnya di Daerah Perlindungan Laut. 2. Rute Rute sangat penting agar tidak membengkak kebutuhan akan BBM dan logistik. 3. Tata Waktu Tata waktu agar diatur dalam pelaksanaan yang terdiri dari tanggal dan jam keberangkatan serta kembali. 4. Personil Personil harus dibentuk dari ketua tim sampai anggota. 5. Logistik Kebutuhan akan logistik harus terjamin dari berangkat sampai kembali, oleh karena itu harus dihitung secara seksama. 6. Sarpras Sarpras yang harus dipersiapkan antara lain : a. alat transportasi b. alat komunikasi c. alat pengamatan ( Binokuler, GPS, Roll meter ) d. peralatan SAR e. Peralatan snorkling/scuba 7. Kelengkapan Administrasi Kelengkapan administrasi diperlukan antara lain: a. Pas Kapal b. Surat Tugas c. KTA d. Format Laporan Kejadian B. Analisis Situasi Analisis situasi yaitu : Uraian kemungkinan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan serta penentuan teknis pengamanan di lapangan. Bahan yang dipergunakan dalam analisis situasi adalah laporan dari masyarakat dan hasil operasi intelejen. IV. Pelaksanaan Pengamanan Setelah mendapatkan hasil analisis situasi, maka dilaksanakan kegiatan pengamanan dalam bentuk: 1. Pengamanan Pre-emtif Pengamanan pre-emtif dilaksanakan melalui pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat pengguna kawasan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya fungsi kawasan konservasi dan juga meningkatkan kesadaran hukum masyarakat untuk tidak ikut terlibat dalam pelanggaran di bidang perikanan. 2. Pengamanan Preventif Pengamanan preventif bersifat pengawasan dan pencegahan dalam rangka mencegah masyarakat melaksanakan pelanggaran di bidang perikanan. 3. Pengamanan Refresif Pengamanan represif dilaksanakan dalam rangka penanggulangan atau tindakan hukum terhadap pelaku pelanggaran dibidang perikanan di dalam kawasan konservasi laut. 4. Pengamanan Partisipatif masyarakat Pengamanan kawasan yang dilakukan oleh unsur masyarakat yang merupakan bentuk kearifan lokal dalam rangka upaya pelestarian sumberdaya alam disekitarnya. V. Pelaporan Pelaporan dibuat setiap pelaksanaan kegiataan pengamanan telah dilaksanakan. Salah satu fungsi laporan adalah untuk evaluasi pelaksanaan pengamanan yang telah dilaksanakan dan untuk rencana pengamanan selanjutnya. SISTEM PELAPORAN 1. Isi laporan jika seseorang nelayan melihat kapal/perahu yang dicurigai maka segera lapor kepada Penyidik didarat (TNI AL, POLRI dan PPNS Perikanan) dimana isi laporan sebagai berikut : a. Nama Kapal / perahu tanda selar. b. Warna badan kapal/perahu c. Posisi tempat kejadian d. Waktu pada saat kejadian e. Jenis pelanggaran / kegiatan yang sedang dilaksanakan. f. Perkiraan besar dan ABK kapal/perahu tersebut. 2. Apa yang dimaksud dicurigai a. Kapal dalam keadaan berhenti b. Kapal dalam keadaan lego jangkar c. Kapal sedang menangkap ikan baik dengan pancing, jaring, potas atau bahan peledak. d. Kapal mengambil Terumbu Karang. e. Adanya kegiatan penyelaman f. Adanya kegiatan pemotretan baik diatas maupun dibawah air KOP LAPORAN KEJADIAN Nomor : LK PELAPOR Nama : Umur / Jenis Kelamin : Pekerjaan : Tempat Tinggal : PERISTIWA YANG DILAPORKAN Waktu Kejadian : Tempat Kejadian : Yang Terjadi : Pelaku / Tersangka : Nama : Pekerjaan : Alamat : Modus Operandi : Saksi – Saksi : 1.Nama : Pekerjaan : 2.Nama : Pekerjaan : Barang Bukti : URAIAN SINGKAT TINDAKAN YANG DIAMBIL Demikian Laporan Kejadian ini dibuat dengan sebenarnya, Kemudian ditutup dan ditandatangani di pada tanggal Mengetahui, Pelapor, NIP. NIP. KOP BERITA ACARA PENAHANAN SEMENTARA BARANG BUKTI Nomor : BA Yang bertanda tangan dibawah ini, saya Jabatan berdasarkan surat tugas Nomor : menerangkan bahwa pada hari tanggal bulan tahun Jam wib di telah menahan sementara Barang Bukti berupa : Yang dimiliki oleh : 1. Nama : 2. Pekerjaan : 3. Alamat : Dalam perkara tertangkap tangan pasal 18 ayat (2) KUHP melakukan perbuatan yang melanggar Demikian Berita Acara Penahanan Sementara Barang Bukti ini dibuat dengan sebenarnya dan dapat digunakan sebagai dasar dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negri Sipil Pemilik Yang Menahan Sementara, Barang Bukti ( Nama ) NIP. Saksi 1. 2.

Komentar (1)

It is great to see the steps presented here Mas Vidi. We look forward to see the next steps to making this operational. Congratulations to you and the team.

Translate Content: