RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Sustainable Fishing - Kawasan Konservasi Laut Berau, Kalimantan Timur

Blog

Lembar Dakwah II Bulan Ramadhan

BULETIN DAKWAH                                             Edisi Bulan Ramadhan  

AS-SALAM

    MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI.   Dan Dialah yang telah menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajad, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qur’an, S. Al-An’am 165)     Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi, sesudah allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat allah amat dekat kepada orang yang berbuat baik (Surah Al A’raf 56)     Penggalan terjemah ayat Al Qur’an diatas menjelaskan bahwa manusia telah diberikan Allah kuasa untuk mengelola sumberdaya yang ada di bumi termasuk laut yang melingkupi 70% bumi ini. satu satunya mahluk yang diberikan tugas ini hanya manusia, karenanya manusia di tinggikan oleh Allah derajatnya dengan memiliki akal dimana mahluk lain tidak memilikinya. Tanggung jawab untuk mengelola bumi ini termasuk menjaga, memanfaatkan serta melestarikan segala isi sumberdaya yang ada di permukaan bumi maupun yang ada di dalam perut bumi memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi dengan akal yang dimiliki manusia semuanya itu menjadi mungkin dilakukan oleh manusia.     Khususnya dalam mengelola laut ,manusia telah berupaya memanfaatkan sumberdaya yang di kandung didalam laut dengan berbagai cara dan alat, bahkan sedemikian majunya perkembangan pengetahuan manusia kegiatan pemanfaatan laut hampir diseluruh dunia telah telah dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sangat efektif. Beberapa cara dan alat yang digunakan bahkan bisa dapat dikatakan telah mengancam sumberdaya laut itu sendiri seperti penggunaan bom dan racun ikan.   Saat ini lautan diseluruh dunia telah mengalami penurunan hasil sumberdayanya tidak terkecuali laut yang ada disekitar kita tempat kita menggantungkan kehidupan dan kebutuhan protein ikan. Bukti nyata yang dapat kita rasakan dari penurunan tersebut adalah sulitnya mendapatkan ikan, semakin jauhnya lokasi untuk menangkap ikan, ikan yang tertangkap ukurannya semakin kecil bahkan perlu dilakukan pembesaran untuk bisa dijual (layak konsumsi), bahkan sebagian jenis ikan sangat sulit di temukan. Ini terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.   Keadaan ini sebagai akibat dari belum adanya pengelolaan serta  pengaturan pemanfaatan sumberdaya laut yang baik oleh manusia, sehingga akhirnya manusia sendiri yang menjadi kesulitan. Allah sudah mengatakan “jangan membuat kerusakan dimuka bumi, atau Allah akan menurunkan siksa yang cepat” seperti kutipan ayat di atas. Maksudnya kalau manusia melakukan kerusakan maka manusia juga yang akan merasa tersiksa dengan kerusakan itu.   Sementara Allah telah menciptakan semua yang ada di bumi dan dilangit dengan aturan tertentu yang seimbang. Keseimbangan ini terlihat dari adanya rantai makanan dimana ikan yang kecil dimakan ikan yang lebih besar dan ikan yang besar dimakan ikan yang lebih besar dan seterusnya. Bila salah satu komponen yang ada dialam hilang atau rusak maka akan menimbulkan kerusakan pada komponen lainnya juga.   Salah satu contoh, bila nelayan menggunakan bom dan racun untuk menangkap ikan maka karang sebagai rumah ikan menjadi rusak, ikan ikan akhirnya akan menghilang di tempat yang dibom atau di racun tersebut akhirnya nelayan tidak bisa mendapatkan ikan lagi di kawasan tersebut.   Contoh lainnya, perburuan ikan ikan pemangsa seperti ikan napoleon, ikan kakatua dan  biota seperti kepala kambing yang biasa memakan bintang laut berduri (COTs), mengakibatkan COTs semakin banyak, sementara COTs memakan hewan penyusun karang, sehingga akhirnya karang pengalami pemutihan (Bleaching) dan akhirnya karang mengalami kematian. Matinya karang akan mengakibatkan ikan menjauh bahkan menghilang karena kehilangan temoat berlindungnya di dalam laut.   Belum lagi kerusakan laut yang diakibakan pembuangan sampah, limbah kimia, tumpahan minyak dan lain lain semakin memperbesar kerusakan sumberdaya laut dan mengakibatkan penurunan produktifitas biota biota yang ada didalamnya termasuk ikan. Bila ikan semakin menghilang maka manusia secara umum akan kehilangan unsur nutrisi yang paling sehat dan paling dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kehilangan nutrisi terutama protein ikan mengakibatkan manusia banyak yang menghadapi masalah penyakit yang semakin hari semakin banyak macamnya.   Tetapi bila sumberdaya khususnya laut bisa benar benar di kelola, dijaga, dilindungi dan dimanfaatkan secara bijaksana maka sumberdaya laut kemungkinan besar akan menjadi pulih, dimana ikan semakin banyak karang sebagai rumah ikan tumbuh dengan baik, masyarakat pada umumnya bisa lebih sejahtera dengan memanfaatkan hasilnya.   Pemerintah daerah terus mengupayakan penyadaran sekaligus mendorong masyarakat khususnya yang dekat dengan laut untuk ikut serta melakukan pengelolaan laut secara bijaksana. Salah satu wujudnya adalah dengan mendorong dan memfasilitasi masyarakat pesisir untuk membangun kawasan kawasan perlindungan laut di dekat tempat tinggal mereka. Dengan adanya daerah perlindungan laut yang di kelola, dijaga dan dimanfaatkan dengan aturan aturan tertentu oleh masyarakat. Diharapkan sumberdaya laut akan pulih dan bisa mensejahterakan masyarakat yang ada disekitarnya.  

Daerah perlindungan laut yang dibangun atas partisipatif masyarakat merupakan cara yang paling efektif untuk memulihkan sumberdaya laut, karena daerah ini dapat di kelola dan di awasi bersama secara terus menerus oleh masyarakat, ketika kawasan kawasan perlindungan laut ini pulih maka akan mampu memberikan produksi ikan laut yang lebih banyak sekaligus memperbaiki terumbu terumbu karang yang ada dalamnya. Daerah Perlindungan Laut merupakan benteng terakhir untuk mengembalikan produktifitas perikanan laut sehingga harus didukung oleh setiap masyarakat karena hasilnya akan sangat mampu untuk mensejahterakan masyarakat khususnya di wilayah pesisir dekat laut.

 

“KITA JAGA BERSAMA SUMBERDAYA LAUT KITA SEBAGAI WUJUD AMAL IBADAH DAN KEWAJIBAN KITA SEBAGAI MANUSIA YANG BERTAQWA KEPADA ALLAH. KELESTARIAN LAUT UNTUK KESEJAHTERAAN KITA SEMUA” “IKAN BERLIMPAH NELAYAN SEJAHTERA” Pesan Ini Disampaikan Oleh : Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Berau, Jl. Mangga III No.49 Tanjung Redeb Berau, Telp.(0554)21545      

 

 

setelah selesai mendistribusikan lembar dakwah pertama yang cukup mendapat respon dari khalayak di derawan dan di tanjung batu, saya merasa asik juga bikin selebaran dakwah seperti ini nambah ilmu, nambah pahala untuk pribadi terlebih bagi orang lain, amin.

Comentarios (4)

Terima kasih atas contoh ini - menarik sekali, dan saya pikir ada banyak informasi yang baik, termasuk contohnya juga.

this is very inspiring language. thank you for sharing.

mantap Fiq, siapa tau nanti jadi Imam Masjid Agung Berau, gantiin Bapak kan :) . Sedikit masukan nih, bisa disisipkan informasi ini Fiq: Alam semesta ini diciptakan Allah SWT sedemikian rupa untuk dapat menopang kehidupan, termasuk kehidupan manusia di dalamnya. Tidak ada penciptaan Allah SWT yang tidak bermanfaat, misalnya hutan bakau diciptakan untuk menahan gempuran ombak dan tempat memijahnya beberapa jenis ikan, terumbu karang juga diciptakan sebagai tempat berlindung dan membesarnya banyak jenis ikan lainnya. Apa yang terjadi jika hutan bakau hancur dan terumbu karang rusak? Tentunya bukan hanya kehidupan terganggu akan tetapi juga kita sebagai manusia akan mengalami kesusahan. Kalau kita, sebagai khalifah di muka bumi ini, tidak mampu menjalankan amanah yang diberikan dan bahkan merusak alam ini maka bukan Allah memberikan bukan hanya siksa neraka karena melanggar ayat Qur'an akan tetapi juga siksa dunia dalam bentuk kesusahan hidup.

Maju terus Fiq..."Perikanan Lestari, Surga Menanti" Amin

Translate Content:

difundir la palabra