RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Sustainable Fishing - Kawasan Konservasi Laut Berau, Kalimantan Timur

Blog

Kampanye Membuat Mereka Menjaga Lautnya

Pada awal bulan ini sebuah kapal purse seine milik pengusaha kampung tanjung batu masuk ke dalam kawasan karang tebabinga yang telah disepakati oleh masyarakat kampung pulau derawan sebagai daerah perlindungan laut. kapal ini merupakan kapal penangkapan ikan dengan menggunakan jaring lingkar dengan alat pendukung berupa lampu dengan kekuatan 1000 watt x 10 buah. alat bantu lampung yang sangat terang ini digunakan untuk mengumpulkan ikan setelah ikan terkumpul lalu jaring ditarik membentuk lingkaran dan ikan terperangkap didalamnya. ikan yang tertangkap biasanya sangat banyak dan hampir semua jenis dan ukuran. kapal ini sebenarnya kapal yang biasa beroperasi di wilayah selatan perairan berau yang tidak banyak gugusan karangnya. kapal ini biasa beroperasi pada kedalaman laut sekitar 60 meter. tetapi kapal ini dialih tangankan ke pengusaha kampung tanjung batu untuk beroperasi di wilayah utara yaitu sekitar perairan tanjung batu, pulau derawan dan pulau maratua. pada saat kejadian kapal beroperasi 50 meter dari pinggir karang tebabinga yang telah ditetapkan sebagai daerah perlindungan laut kampung pulau derawan.

Masyarakat pulau derawan langsung bereaksi untuk melakukan pengusiran, namun sang pengusaha tidak mau memindahkan kapalnya karena menurut mereka alat yang mereka gunakan adalah alat yang legak yang diperbolehkan beroperasi menurut undang undang dan peraturan pemerintah yang ada. masyarakat pulau derawan merasa terancam dengan kehadiran kapal penangkap ikan yang besar ini dan mulai berencana untuk melakukan pembakaran karena sang nahkoda tidak mau untuk meninggalkan kawasan karang tebabinga dengan alasan ikan yang mereka ikuti dari luar masuk kesekitar karang ini. untunglah ada petugas perikanan Bpk. Lepri otolua yang meredam emosi masyarakat kampungnya dan mencoba berkoordinasi dengan pihak keamanan dan kantor dinas kelautan dan perikanan kabupaten berau supaya aksi anarkis untuk menjaga kawasan perlindungan karang tebabinga tidak terjadi. laporan ini langsung direspon dengan cepat oleh Pemerintah daerah dengan menurunkan Tim Pengawasan laut ke wilayah tanjung batu yang langsung di pimpin oleh Bpk Abdul Majid, S.Pi selaku Pejabat Kepala Bidang Perikanan Penangkapan, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian SD Kelautan dan Perikanan Bpk. Jen Mohamad, A.Pi dan saya Taufiq Hidayat, S.Pi untuk melihat duduk persoalan yang terjadi dan mencoba memberikan solusi untuk meredam masalah yang terjadi di lapangan sehingga tidak sampai terjadi tindakan tindakan anarkis.

Pertemuan yang dilaksanakan di kantor dinas kelautan dan perikanan kampung tanjung batu, pertemuan dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari dinas kelautan dan perikanan kabupaten berau, petugas Unit Pembantu Teknis DKP wilayah II pulau derawan dan pulau maratua, pengusaha bagan apung dan pengusaha jaring lingkar (purse seine). dalam pertemuan ini dijelaskan berbagai aturan pemerintah terkait dengan wilayah penangkapan disesuaikan dengan alat tangkap dan alat bantu yang digunakan. berdasarkan PP No.2 Tahun 2011, kapal purse seine yang digunakan harus berada pada jalur penangkapan 2.b dengan batasan mulai dari 4 mil laut sampai dengan 8 mil laut keluar dari daratan atau tubir karang. aturan ini sekaligus menjelaskan bahwa posisi kapal purse seine yang beroperasi di sekitar 50 meter di dekat karang adalah salah. memang secara alat yang digunakan kapal ini merupakan alat yang legak namun berdasarkan kapasitas  serta efektifitas penangkapannya kapal ini jelas telah melanggar peraturan pemerintah karena beroperasi di sekitar jalur 1.a yaitu 0 - 4 mil laut. kejadian ini merupakan kejadian yang kedua setelah tahun sebelumnya masyarakat pulau derawan pernah menahan kapal bagan apung dengan menggunakan lampung yang seperti kapal purse seine ini yang juga beroperasi disekitar karang tebabinga.

kami yang mengupayakan penyadaran masyarakat untuk peduli dengan lautnya merasa bangga karena kami telah sedikit berhasil dengan kegiatan kampanye yang telah kami lakukan yang membuat masyarakat benar benar berupaya menjaga sumberdaya lautnya. sekaligus menjadi memperlihatkan pada kami bahwa pekerjaan ini belum selesai masih banyak masalah yang harus dibenahi di kawasan konservasi laut berau ini khususnya yang terkait dengan pengaturan kawasan penangkapan ikan di laut berau. memang dengan kejadian ini memperlihatkan bahwa sebagian tanggung jawab untuk menjaga sumberdaya laut telah juga ditanggung oleh masyarakat disekitarnya karena memang itu menjadi kewajiban mereka.

kejadian ini juga memperlihatkan bahwa sebuah kawasan perlindungan sangat rentan dengan potensi konflik sehingga para pemainnya harus benar benar serius dengan memperhitungkan segala resiko yang mungkin akan timbul khususnya antara kampung yang berdekatan. resiko ini juga termasuk penggunaan alat tangkap yang legal dengan kapasitas penangkapan yang sangat jauh berbeda misalnya nelayan tradisional yang hanya menggunakan pancing dan nelayan semi modern dengan menggunakan peralatan penangkapan dan alat bantu yang canggih. hal ini harus juga di pertimbangkan oleh penggerak konservasi laut dalam merumuskan peraturan kampung agar lebih kearah "pengaturan kawasan" bukan "pelarangan penangkapan ikan" karena alat yang biasa digunakan adalah alat yang legal.

dalam pertemuan ini saya berkesempatan menjelaskan pada para pengusaha bagan dan purse seine ini tentang Daerah Perlindungan Laut Karang Tebabinga secara detail. sehingga  pihak yang bermasalah  mau menyetujui kawasan ini dan tidak akan melakukan penangkapan ikan di dekat kawasan ini karena ini memang bukan jalur penangkapan mereka secara aturan pemerintah dan juga kawasan ini telah ditetapkan oleh masyarakat sehingga bila mereka melanggar mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

"siapa yang mau lahan tempat mencari kehidupan di hancurkan orang lain, atau di habiskan isi sumberdayanya, siapa yang mau tanah tempat kita hidup di jarah oleh orang lain" itulah alat pembenaran di kepala saya, mengapa mereka bereaksi terhadap kapal purse seine ini, dan ini wajar menurut saya karena mereka tidak ingin kehabisan ikan di kawasan mereka sendiri.

bagi saya konflik di laut adalah hal yang memang sering terjadi, tinggal bagaimana konflik itu kita minimalisir dan manajemen, supaya tidak membesar dan menjadi konflik yang menjurus ke tindakan anarkis.

"masalah menjadikan setiap pelakunya lebih dewasa dan matang untuk mencari solusinya dengan lebih tenang"

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Comentarios (6)

Artikel ini sangat menarik bagaimana terjadinya konflik antara nelayan lokal dan pengusaha yang memiliki teknologinya lebih canggi. Dalam regime akses terbuka laut di Indonesia, hal itu sering terjadi. Saya mencari PP No.2 Tahun 2011, tetapi tidak dapat ketemui. Tolong beritahu nama lengkap peraturan itu. salam...

Hi Taufiq, This is Lulu from Arlington. We were on the same training conference call recently, so, hi! I have a quick question about this post. When the ship was not where it was supposed to be, you said the Derawan island communities prepared to do "burning." I was wondering what this meant, or if was a term lost in translation. great post! Lulu

my answer for you questions : ships have to catch fish outside four miles from the reef tebabinga, society Derawan threatening if not out of the surrounding reefs tebabinga they will do the burning of the purse seine boats, thanks for you comment

Betul sekali Fiq, kalau dikelola dengan baik, dan diarahkan, maka sebenarnya konflik bisa menjadi aset kita dalam membuat program mobilisasi masyarakat. Konflik seperti yang diceritakan ini jika dikelola akan mengarah kepada pembentukan Perdes misalnya yang mengakomodir mengenai kawasan pengelolaan, alat tangkap dan 'penalti' untuk pelanggaran. Tapi jangan sampai tidak dikelola, karena kalau tidak dikelola maka konflik bisa mengarah ke anarkisme

Very complicated. It sounds like the good news is that the community is invested in enforcing compliance of the regulations surrounding the marine protected area. Good luck

Kompleks isu. Jadilah kuat.

Translate Content:

difundir la palabra