RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Galuh Sekar Arum

The Basics

Name

Galuh Sekar Arum

My Conservation Work

Job Title

Office Coordinator

Employer

Rare

Conservation Discipline
Conservation Actions

Galuh Sekar Arum's Public Profile

About Me

Saya seseorang yang dibesarkan di daerah pedesaan, sangat menyukai kesederhanaan dan keindahan kehidupan desa namun sangat mendukung semangat dan kompetisi kehidupan kota. Saya dilahirkan di Jakarta dan menghabiskan 5,5 tahun di sana, di Jakarta Timur tepatnya, sebelum akhirnya pindah ke sebuah kota kecamatan bernama Cicurug, Kabupaten Sukabumi, sekitar 90 km di sebelah selatan Jakarta. Cicurug dulu sangat tenang, dikelilingi oleh Gunung Salak (2300 mdpl) dan Gunung Gede (2958 mdpl). Saya katakan dulu karena kini Cicurug telah berkembang menjadi kota yang sangat ramai. Begitu ramainya sehingga dapat menyebabkan kemacetan sepanjang 10 km pada hari-hari libur. Fiuh....Saya masih tinggal di Cicurug sampai tahun 2001, walaupun saya sekolah SMU di Bogor. Walaupun beda Kabupaten, namun bagi saya lebih dekat untuk pergi ke Bogor daripada ke Kota Sukabumi. 

 Saya menghabiskan masa kecil saya dengan sangat menyenangkan....Saya melakukan semuuuuua hal yang menyenangkan bagi anak-anak!!! Bermain permainan di lapangan bersama kawan-kawan, memanjat pohon dan memakan buahnya di pohon, bermain lumpur di sawah, mandi di sungai dan mata air...aaaahhhh...masa-masa yang menyenangkan......

Setamat SMU, saya pindah ke Bogor pada tahun 2001 dan kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Saya tidak pernah menyangka akan kuliah di kehutanan maupun di IPB. Sejak kecil saya selalu ingin kuliah di universitas lain di luar Bogor. Saya melamar SPMB (waktu itu USMI) karena mengikuti saran paman saya untuk masuk Teknologi Industri Pertanian, katanya jurusan itu bagus. Jdai saya tuliskan TIN sebagai pilihan pertama, dan Konservasi Sumberdaya Hutan di pilihan kedua. Sungguh saya benar-benar tidak tahu apa arti jurusan itu hingga saya belajar di fakultas. Saya rasa itulah yang akan Anda dapatkan jika melamar masuk jurusan yang lebih ilmiah namun menyertakan piagam-piagam pencak silat sebagai bahan referensi......Akhirnya masuklah saya ke fahutan......

Namun saya tersesat di jalan yang benar! Ternyata saya menyukai proses belajar di fakultas - terutama juga karena saya yakin bahwa semua sudah ada yang mengatur. Saya juga bergabung dengan International Forestry Students' Association (IFSA), sebuah organisasi mahasiswa dimana IPB menjadi salah satu local committe/cabangnya. Melalui IFSA, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai kehutanan dari sudut pandang yang berbeda, dari kesempatan-kesempatan saya mengikuti acara-acara internasional, diantaranya Forum PBB mengenai Hutan (UN Forum on Forest) sesi ke- 4-6.

 Saya menikmati masa-masa saya menjadi mahasiswa, tapi saya tidak bisa menjadi mahasiswa selamanya. Hidup terus berjalan. Setelah sekian tahun menjadi penerjemah lepas sejak masih menjadi mahasiswa, saya bergabung dengan CIFOR pada bulan Desember 2006 selama 4 bulan. Saya menjadi konsultan, membantu seorang peneliti menganalisa proyek awalnya mengenai agroforestry. Saya membantu mencari literatur, menyarikan isinya, mengisi dan menilai indikator sukses proyek-proyek yang saya baca. Setelah kontrak saya berakhir, saya bergabung dengan Tropenbos International Indonesia, sebuah lembaga non pemerintah yang berpusat di Belanda. Di sana saya bekerja sebagai Forestry Officer, namun saya lebih banyak berfungsi sebagai liaison officer, mewakili TBI di badan litbang kehutanan, menjaga komunikasi baik internal maupun eksternal, dan memastikan bahwa kerjasama TBI dan badan litbang serta kegiatan-kegiatannya berjalan efektif baik dari segi biaya maupun waktu. Setelah 9 bulan di TBI, kesempatan untuk bergabung dengan Rare datang, kemudian pada bulan January 2008 saya bergabung dengan Rare sebagai Office Coordinator di Bogor. Saya berharap saya dapat belajar lebih banyak lagi mengenai konservasi di tingkat lokal, dan lebih menyadari bahwa apapun yang kita lakukan, sekecil apapun, walaupun kita anggap itu tidak berarti, ternyata memiliki dampak terhadap lingkungan....

 

 

ENGLISH:

Sub-urb raised person who loves the simplicity and serenity of village-life but a strong supporter and believer of urban spirit and competition. I was born in Jakarta and spent 5 and a half years in the eastern part before moved to a small town - a sub district - called Cicurug, Sukabumi District about 90 km south of Jakarta. Cicurug was peaceful and surrounded by mountains, mount Salak (also name of a fruit, Salacca zalacca, 2300m above sea level) and mount Gede (also means big, 2958 m asl). I said was because it's now developed and become so crowded that made everyday-traffic-jam that can reach 10 km long on busy days. Phew.... I still lived in Cicurug untill 2001 although I went to highschool in Bogor, a different city about 30 km north. Although it's a different city, but it is closer to go to Bogor than to Sukabumi City. It was lots of fun spending my live in Cicurug then. I did aaaalllll the great stuff like playing traditional games with the kids, climbing trees (all the fruit trees that are only available in the tropics), eat on the trees, play in the mud in rice fields, bath in the river or springs, aah...good old times...

After high school, I moved to Bogor in 2001 and went to college in Bogor Agricultural University or known as IPB I never expected that I would go to Faculty of Forestry in IPB since I always wanted to go to another university outside Bogor. I applied since my uncle told me there was a good major in IPB and told me to give it a shot. So I gave it a shot. I put my uncle's suggestion in my first option, and Forest Resource Conservation (I honestly didn't know what it was before I studied in the faculty) in my second option. My second option was accepted. I guess that's what you got if you apply for a more scientific major but give martial arts certificate as references. Faculty of Forestry's image was still "macho" at the time (was because now there are more "girly" students than ever before!).

But I was "lost in the right track!" I turned out to be loving what I studied and my friends - mostly also because I believed Someone, the Most Gracious and Most Merciful, has already arranged what's best in my life. I also joined International Forestry Students' Association (IFSA), a cool organization which my university become one of its members. And through IFSA I got the opportunity to learn more about forestry from another point of view, from the opportunities to join international events, among which were the UN Forum on Forest 4-6.

I enjoyed my time being student, but I guess you can't be student forever. Life goes on and you got to live the real life. After long years of being freelance translator since I was still in college, I joined CIFOR (Center for International Forestry Research) on December 2006 for 4 months where I served as consultant. I helped a researcher on their analysis on Agroforestry, finding literature and sum up and fill and score the success indicators of the projects. After my contract ended, I joined Tropenbos International Indonesia, a Dutch-based NGO where I serve as Forestry Officer. However, I served more as a liaison officer in TBI, representing TBI in Forest Research and Development Agency of the Ministry of Forestry, maintain good communication internally and externally, and make sure that TBI's projects with FORDA run in a cost and timely manner. After 9 months in TBI, an opportunity to join Rare came and since January 2008 I joined Rare as Bogor Office Coordinator. I hope that I can learn more about conservation on a local level and believe more that what ever we do, no matter how small or we think meaningless, have an unexpected impact to our environment.....

Educational Credentials

Sarjana Kehutanan / Bachelor in Forestry

I Knew I was a Conservationist When....

Saya pertama kali mengetahui bahwa saya seorang konservasionis ketika saya pertama kali memasuki bangku kuliah. Begitu banyak yang bisa kita pelajari dan jelajahi, dan kita harus berdiri dan berjuang untuk mempertahankan semua sumberdaya yang kita miliki bisa kita ingin mempelajari dan menjelajahinya lebih jauh. Bagian "bagaimana"-nya sendiri merupakan sebuah eksplorasi lain yang harus dilakukan.

English:

I first knew I was a conservationist when I first entered university. My major was Forest Resource Conservation and Ecotourism. There's just so much to explore and we all have to stand up and fight for it if we want to explore more. The "how" part is yet another exploration.

 

 

My Contributions

document

Kesempatan Pendanaan dari Nestle - Creating Shared Value Award (Pengumuman dalam Bahasa Inggris)

Alumni Pride Yth.

 

Terlampir adalah informasi tentang award tahunan dari Nestle, yaitu Creating Shared Value award yang jumlahnya dapat mencapat US$ 480,000. Nestle CSV award diberikan kepada individu, NGO, atau bisnis skala kecil yang melaksanakan kegiatan atau bergerak di bidang air, nutrisi, atau perkembangan pedesaan. Nominasi Nestle CSV award untuk tahun 2012 dibuka dari tanggal 11 Februari - 30 Juni 2011.

 

Campaign Blog

This place is no longer exist...help by donating! Site ini menghilang....

Seiring dengan erupsi Gunung Merapi dari tanggal 26 Oktober dan tidak berhenti hingga saat ini, tiga desa yang menjadi site Kampanye Pride yang dilakukan oleh Sri Ulie Rakhmawati dan Yayasan Kanopi Indonesia, kini sudah menghilang....Ketiga desa ini saat ini sudah luluh lantak, hancur dan tertutup abu vulkanik yang dimuntahkan oleh Gunung Merapi. Masyarakat dampingan Ulie, dan Ulie, saat ini berada di pengungsian. Mari kita bantu saudara-saudara kita disana dengan menyumbangkan uang atau barang... sumbangan uang dapat dikirimkan melalui teman-teman kanopi Bantuan berupa dana dapat ditransfer melalui rekening BNI cab UGM Jogja atas nama Arif Nurmawan, no. rekening : 0145063737atau rekening Mandiri cab UGM Jogja atas nama Sri Ulie Rakhmawati, no. rekening : 1370004787384.

Campaign Blog

Bagaimana Pride Mengubah Proyek dan Organisasi Kami - How Pride Change Our Projects and Organization

During a site visit to Rare Alumni Fund site, I interviewed Mainul Sofyan, the Executive Director of Paramitra. I did not even realize that Paramitra already introduced biogas to the villages around Bromo-Tengger-Semeru NP but did not succeed, not before Pride. Here’s a short video of him explaining the process.
 
 

Campaign Blog

Membangun Konstituen Lokal: Pemkab Malang Memberi Hibah 100 Instalasi Biogas di Desa Argosari / Building Local Constituents: District Government Awarded 100 Biogas Plant to Argosari Village

 

Figure 1. Modified Gas Stove for Biogas

 

Figure 2. Typical Biogas Plant. Covered by Bamboo to Avoid Animal dan Rain.

 

Campaign Blog

Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Mereplikasi Pride / National Park Replicates Pride – at Their Own Cost

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah salah satu dari empat taman nasional yang ada di provinsi Jawa Timur. Dengan luas sekitar 52,000 ha, TNBTS mendukung dua DAS penting di Jawa Timur, yaitu Brantas dan Sampean Madura yang mendukung kehidupan sekitar 16 juta orang di empat kabupaten (Pride Paramitra Executive Summary, 2008).