Galuh Sekar Arum's
Public Profile
About Me
Saya seseorang yang dibesarkan di daerah pedesaan, sangat menyukai
kesederhanaan dan keindahan kehidupan desa namun sangat mendukung
semangat dan kompetisi kehidupan kota. Saya dilahirkan di Jakarta
dan menghabiskan 5,5 tahun di sana, di Jakarta Timur tepatnya,
sebelum akhirnya pindah ke sebuah kota kecamatan bernama Cicurug,
Kabupaten Sukabumi, sekitar 90 km di sebelah selatan Jakarta.
Cicurug dulu sangat tenang, dikelilingi oleh Gunung Salak (2300
mdpl) dan Gunung Gede (2958 mdpl). Saya katakan dulu karena kini
Cicurug telah berkembang menjadi kota yang sangat ramai. Begitu
ramainya sehingga dapat menyebabkan kemacetan sepanjang 10 km pada
hari-hari libur. Fiuh....Saya masih tinggal di Cicurug sampai tahun
2001, walaupun saya sekolah SMU di Bogor. Walaupun beda Kabupaten,
namun bagi saya lebih dekat untuk pergi ke Bogor daripada ke Kota
Sukabumi.Â
 Saya menghabiskan masa kecil saya
dengan sangat menyenangkan....Saya melakukan semuuuuua
hal yang menyenangkan bagi anak-anak!!! Bermain
permainan di lapangan bersama kawan-kawan, memanjat
pohon dan memakan buahnya di pohon, bermain lumpur di
sawah, mandi di sungai dan mata
air...aaaahhhh...masa-masa yang menyenangkan......
Setamat SMU, saya pindah ke Bogor pada tahun 2001 dan kuliah di
Institut Pertanian Bogor (IPB). Saya tidak pernah menyangka akan
kuliah di kehutanan maupun di IPB. Sejak kecil saya selalu ingin
kuliah di universitas lain di luar Bogor. Saya melamar SPMB (waktu
itu USMI) karena mengikuti saran paman saya untuk masuk Teknologi
Industri Pertanian, katanya jurusan itu bagus. Jdai saya tuliskan
TIN sebagai pilihan pertama, dan Konservasi Sumberdaya Hutan di
pilihan kedua. Sungguh saya benar-benar tidak tahu apa arti jurusan
itu hingga saya belajar di fakultas. Saya rasa itulah yang akan
Anda dapatkan jika melamar masuk jurusan yang lebih
ilmiah namun menyertakan piagam-piagam pencak silat sebagai bahan
referensi......Akhirnya masuklah saya ke fahutan......
Namun saya tersesat di jalan yang benar! Ternyata
saya menyukai proses belajar di fakultas -
terutama juga karena saya yakin bahwa semua sudah ada yang
mengatur. Saya juga bergabung dengan International Forestry
Students' Association (IFSA), sebuah organisasi mahasiswa dimana
IPB menjadi salah satu local committe/cabangnya. Melalui IFSA, saya
mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai
kehutanan dari sudut pandang yang berbeda, dari
kesempatan-kesempatan saya mengikuti acara-acara internasional,
diantaranya Forum PBB mengenai Hutan (UN Forum on Forest) sesi
ke-Â 4-6.
 Saya menikmati masa-masa saya menjadi mahasiswa,
tapi saya tidak bisa menjadi mahasiswa selamanya. Hidup terus
berjalan. Setelah sekian tahun menjadi penerjemah lepas sejak masih
menjadi mahasiswa, saya bergabung dengan CIFOR pada bulan Desember
2006 selama 4 bulan. Saya menjadi konsultan, membantu seorang
peneliti menganalisa proyek awalnya mengenai agroforestry. Saya
membantu mencari literatur, menyarikan isinya, mengisi dan menilai
indikator sukses proyek-proyek yang saya baca. Setelah kontrak saya
berakhir, saya bergabung dengan Tropenbos International Indonesia,
sebuah lembaga non pemerintah yang berpusat di Belanda. Di sana
saya bekerja sebagai Forestry Officer, namun saya lebih banyak
berfungsi sebagai liaison officer, mewakili TBI di badan litbang
kehutanan, menjaga komunikasi baik internal maupun eksternal, dan
memastikan bahwa kerjasama TBI dan badan litbang serta
kegiatan-kegiatannya berjalan efektif baik dari segi biaya maupun
waktu. Setelah 9 bulan di TBI, kesempatan untuk bergabung dengan
Rare datang, kemudian pada bulan January 2008 saya bergabung dengan
Rare sebagai Office Coordinator di Bogor. Saya berharap saya dapat
belajar lebih banyak lagi mengenai konservasi di tingkat lokal, dan
lebih menyadari bahwa apapun yang kita lakukan, sekecil apapun,
walaupun kita anggap itu tidak berarti, ternyata
memiliki dampak terhadap lingkungan....
ENGLISH:
Sub-urb raised person who loves the simplicity and serenity of
village-life but a strong supporter and believer of urban spirit
and competition. I was born in Jakarta and spent 5 and a half years
in the eastern part before moved to a small town - a sub district -
called Cicurug, Sukabumi District about 90 km south of Jakarta.
Cicurug was peaceful and surrounded by mountains, mount Salak (also
name of a fruit, Salacca zalacca, 2300m above sea level) and mount
Gede (also means big, 2958 m asl). I said was because it's now
developed and become so crowded that made everyday-traffic-jam that
can reach 10 km long on busy days. Phew.... I still lived in
Cicurug untill 2001 although I went to highschool in Bogor, a
different city about 30 km north. Although it's a different city,
but it is closer to go to Bogor than to Sukabumi City. It was lots
of fun spending my live in Cicurug then. I did aaaalllll the great
stuff like playing traditional games with the kids, climbing trees
(all the fruit trees that are only available in the tropics), eat
on the trees, play in the mud in rice fields, bath in the river or
springs, aah...good old times...
After high school, I moved to Bogor in 2001 and went to college
in Bogor Agricultural University or known as IPB I never expected
that I would go to Faculty of Forestry in IPB since I always wanted
to go to another university outside Bogor. I applied since my uncle
told me there was a good major in IPB and told me to give it a
shot. So I gave it a shot. I put my uncle's suggestion in my first
option, and Forest Resource Conservation (I honestly didn't know
what it was before I studied in the faculty) in my second option.
My second option was accepted. I guess that's what you got if you
apply for a more scientific major but give martial arts certificate
as references. Faculty of Forestry's image was still "macho" at the
time (was because now there are more "girly" students than ever
before!).
But I was "lost in the right track!" I turned out to be loving
what I studied and my friends - mostly also because I believed
Someone, the Most Gracious and Most Merciful, has already arranged
what's best in my life. I also joined International Forestry
Students' Association (IFSA), a cool organization which my
university become one of its members. And through IFSA I got the
opportunity to learn more about forestry from another point of
view, from the opportunities to join international events, among
which were the UN Forum on Forest 4-6.
I enjoyed my time being student, but I guess you can't be
student forever. Life goes on and you got to live the real life.
After long years of being freelance translator since I was still in
college, I joined CIFOR (Center for International Forestry
Research) on December 2006 for 4 months where I served as
consultant. I helped a researcher on their analysis on
Agroforestry, finding literature and sum up and fill and score the
success indicators of the projects. After my contract ended, I
joined Tropenbos International Indonesia, a Dutch-based NGO where I
serve as Forestry Officer. However, I served more as a liaison
officer in TBI, representing TBI in Forest Research and Development
Agency of the Ministry of Forestry, maintain good communication
internally and externally, and make sure that TBI's projects with
FORDA run in a cost and timely manner. After 9 months in TBI, an
opportunity to join Rare came and since January 2008 I joined Rare
as Bogor Office Coordinator. I hope that I can learn more about
conservation on a local level and believe more that what ever we
do, no matter how small or we think meaningless, have an unexpected
impact to our environment.....
Educational Credentials
Sarjana Kehutanan / Bachelor in Forestry
I Knew I was a Conservationist When....
Saya pertama kali mengetahui bahwa saya seorang konservasionis ketika saya pertama kali memasuki bangku kuliah. Begitu banyak yang bisa kita pelajari dan jelajahi, dan kita harus berdiri dan berjuang untuk mempertahankan semua sumberdaya yang kita miliki bisa kita ingin mempelajari dan menjelajahinya lebih jauh. Bagian "bagaimana"-nya sendiri merupakan sebuah eksplorasi lain yang harus dilakukan.
English:
I first knew I was a conservationist when I first entered university. My major was Forest Resource Conservation and Ecotourism. There's just so much to explore and we all have to stand up and fight for it if we want to explore more. The "how" part is yet another exploration.