Switch to Low Bandwidth / High Bandwidth
Suaka Margasatwa Sungai Lamandau (SMSL), adalah kawasan konservasi di provinsi Kalimantan Tengah yang dijadikan tempat

Suaka Margasatwa Sungai Lamandau dan wilayah hutan penyangganya merupakan salah satu kawasan penting di Provinsi Kalimantan Tengah bagian Barat untuk pelestarian ekosistem hutan dataran rendah, habitat orangutan dan sumber matapencaharian bagi masyarakat desa sekitar hutannya. Desa sekitar kawasan Suaka Margasatwa Sungai Lamandau sebanyak 12 desa yang berada di dua kabupaten (Kotawaringin Barat delapan desa dan Sukamara empat desa).
Kalimantan Tengah yang ditunjuk sebagai provinsi pemegang amanat untuk pengembangan REDD+ di Indonesia. Provinsi ini kini memiliki 4 demonstrasi aksi untuk REDD+ dan kegiatannya melembaga serta menjamur menginisiasi kelompok/organisasi lain untuk turut melakukan. Salah satu strategi untuk menjaga hutan bersama dengan kata insentif menjadi daya tarik. Berbagai macam artikulasi Insentif REDD+ di masyarakat, pemda dan beberpa LSM dan media. Dengan banyaknya isu tersebut maka Kalteng disleimuti dengan berbagai kegiatan bersifat menginisiasi dan mendorong REDD+.
Perjalanan Tindak Lanjut Kampanye REDD+ dan HKm Ekosistem Suaka Margasatwa Sungai Lamandau
Oktober-Desember 2011
Sebelumnya mohon maaf atas keterlambatan waktu untuk berbagi cerita kepada semua yang mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang Kami sajikan belum terlambat dan masih bisa menjadi cerita menarik dan menginspirasi serta tidak menyurutkan semangat dukungan teman-teman dunia untuk mendukung kampanye pelestarian eksositem Suaka Margasatwa Sungai Lamandau melalui isu kebakaran lahan dan hutan mempengaruhi perubahan iklim dan mendorong REDD+ melalui skenario Hutan Kemasyarakatan (HKm).
Pangkalan Bun, 6 Januari 2012
Pangkalan Bun, 13 Agustus 2011
Pangkalan Bun, 13 Agustus 2011
Ditulis : Eddy Santoso-Manajer Alumni Kampanye Bangga SMSL sebagai laporan kegiatan Triwulan Ketiga Kampanye Pride 2011
Sejak bulan Mei-Agustus 2011 ini banyak perkembangan di lapangan yang mencatat tantangan dan perubahan. Menguatkan dan meyakinkan masyarakat
tidak merusak lingkungan, melakukan pembakaran saat kemarau akan tiba sampai menekan isu perburuan dan mengawal Rencana Pengelolaan 20 tahun
ekosistem Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. Beberapa kegiatan yang
tercatat sebagai berikut :
Pangkalan Bun, 31 Mei 2011
Sebuah proses di perjalan periode triwulan kedua program kampanye dukungan dana hibah alumni untuk kelestarian Ekosistem Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. Banyak proses, tantangan dan tentunya pembelajaran yang dipetik dalam pelaksanaan pencampaian hasil kampanye yang cepat, tepat, efektif dan efisien. Perubahan mulai banyak tergambar, dukungan mulai banyak terlihat. Relawan, Membaca Momentum dan Adaptasi Strategi menjadi kunci dalam pembelajaran kampanye. Relawan mendukung adalam kegiatan penyebaran media kampanye, semakin banyak yang berperan akan tersebar banyak komunikasi. Momentum yang dilihat adalah saat kesadaran dan semnagat khalayak terlihat dan terbentuk pesan dan bentuk penyingkiran halangan dijelaskan dan adaptasi strategi sebuah pola fleksibel dalam memainkan apa yang akan kita sampaikan mampu diterima dna dipahami oleh khalayak.
Salam Bangga
eddy santoso-manajer alumni kampanye bangga ekosistem SM Sungai Lamandau
Pangkalan Bun, 18 Mei 2011
Selain penyuluhan, dalam rangka Hari Bumi 2011, tim pendidikan dan penyadaran keliling Yayorin dibantu tim pendampingan masyarakat dan
petani di desa Tempayung melakukan kegiatan menanam pohon yang dilakukan area lahan yang masih kritis dan bagian area Demplot Kebun
Campuran Menetap Tanpa Bakar dihijaukan. Sebanyak 70 pohon yang terbagi dalam 5 kelompok jenis akan ditanam oleh siswa/siswi SDN 1 Babual
Baboti.