eddy santoso

The Basics

Name

eddy santoso

Region

Asia

My Conservation Work

Job Title

Manager Mobile Education and Library Unit

Employer

Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia)

eddy santoso's Public Profile

My Contributions

Campaign Blog

Tokoh Babual Baboti: Mau Hutan dan Sumber Air Desa Terjaga

Pangkalan Bun, 9 Maret 2010.
Sore itu 23 Februari 2010, saya dan rekan kerja saya layaknya penyuluh lapangan. Berkendara motor menuju sebuah dusun yang berada dekat batas kawasan SM Sungai Lamandau dan dikeliling perkebunan sawit.Hari itu lepas hujan, jalan tanah yang licin cukup membuat konsentrasi penuh rekan kami yang mengendarai motor agar tidak terjatuh. Salam jumpa selalu kami sapa dengan masyarakat dusun yang baru pulang dari ladang yang bertemu di jalan.

Campaign Blog

Apresiasi Untuk Paman Win di Sekolah dan Desa

Pangkalan Bun, 6 Maret 2010. Salah satu pendekatan pengetahuan sekaligus penyadaran tentang peran SM Sungai Lamandau dan orangutan
menjadi salah satu tema di tiap kunjungan sekolah. Saat kunjungan untuk mencairkan suasana kami ikutkan Paman Win dalam bercerita.Tiap kali
Paman Win muncul suasana dalam kelas menjadi ramai, kagum atau terkesima. Mereka mendadak menjadi lebih kritis. Berbagai bentuk wacana
yang kita paparkan melalui bentuk slide power point, mengundang keberanian untuk pelajar mengungkapkan pertanyaan. Diantaranya ada yang
selalu bertanya, "Mengapa orangutan perlu dilestarikan?", "Mengapa kita tidak boleh memelihara orangutan?".

Bahkan saat kita kembali balik bertanya, dimana kalian pernah melihat orangutan, secara tidak sengaja kami mendapat informasi keberadaan

Campaign Blog

Nyanyian Bumi untuk Sekitar SM Sungai Lamandau

Sadar dong-3X.....
Bumi kita ini cuma satu
Kalau nanti dirusak
Kita tinggal dimana...
Yo jaga-yo jaga
Sama-sama.....

Sadar dong-3x....
Bumi kita ini hanya satu
Jangan sampai dirusak
Nanti dapat bencana
Yo jaga-yo jaga
Sama-sama...

Syair lagu ini kerap kali kita nyanyikan di setiap kunjungan sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan SM Sungai Lamandau, berharap bumi yang kita tinggali ini tidak murka, dengan segala bencana yang akan menimpa.

Hari bumi tinggal 48 hari lagi, Apa yang bisa kita lakukan.....?

Campaign Blog

Meyakinkan Ladang Menetap di tengah Kampanye Pilkada

Pangkalan Bun, 1 Maret 2010. Mulai akhir Februari kabupaten Kotawaringin Barat disemarakan dengan kampanye pemilihan kepala daerah (Bupati). Setiap warga sedang menentukan siapa pilihan Bupatinya. Gambar-gambar berpasangan tapi bukan suami istri ini banyak tersiar sampai ke pelosok desa. Sebuah tantangan bagi kampanye bangga dalam meyakinkan bahwa merekapun perlu tertarik dengan ajakan memilih berladang menetap pola kebun campuran tanpa bakar.

Itulah yang dilakukan tim kampanye kami dibeberapa desa target. Saat menyebarkan poster di hari Minggu di kelurahan Mendawai dan Mendawai Seberang, saat itulah bersamaan waktunya dengan kampanye salah satu calon kepala daerah, masyarakat langsung menanyakan poster siapa itu?, kampanye apa itu (belum melihat gambarnya). Lucunya saat mereka melihat posternya dan setelah sebagian melalui penjelasan mereka meminta poster tersebut untuk ditempel di rumahnya, di kelotoknya, di jamban atau di warungnya.

Campaign Blog

Aman dan Nyaman Menjadi Syarat Mutlak

Sukamara 21 Februari 2010. Pada pengalaman penempelan poster pertama kami memiliki kesulitan untuk menyosialisasikan issue di poster yang kami usung. Ada beberapa hal yang saya rasa pasti dijumpai oleh penempel poster. Pertama : Poster yang ditempel akan dikira poster suatu pruduk komersil seperti : Rokok, Alat-alat Elektronik atau kebutuhan lainnya. Kedua : Poster tersebut mengusung kepentingan suatu partai.

Kalau menemui kejadian di atas langsung mundur biasanya poster langsung dibuang ke tong sampah, dibiarkan begitu saja dan lain sebagainya, namun itu diharamkan bagi kami. Lalu apa yang bisa diperbuat ?, dengan melakukan pelatihan singkat dan berdiskusi tentang hal-hal apa saja yang diperbolehkan dan yang tidak. Pastikan dalam satu Tim bisa mengerjakan multi fungsi, karena ita saja masyarakat mengenal si A saudaranya si B, teman lama atau yang lainnya. Kejadian ini membuktikan bahwa semua sukarelawan harus bisa menjelaskan apa-apa yang disampaikan.