RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Sustainable Agriculture/Ujung Kulon National Park, Banten, Java (Bogor 3 Campaign)

Blog

Yang Tertunda Dari Cerita "Javan Rhino Study and Conservation Area" di Taman Nasional Ujung Kulon

Labuan, 10 Oktober 2011, Beberapa bulan yang lalu, salah satu media cetak nasional dan media cetak lokal di Banten memberitakan mengenai program Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di Taman Nasional Ujung Kulon, pemberitaan tentang JRSCA yang bertubi-tubi seolah menggambarkan bahwa program ini salah dari sudut pandang yang berbeda, kami merasa bahwa peran kami begitu kerdil dan pada posisi terpojok di sisi yang lain,  sebagai salah satu koordinator yang terlibat dalam program tersebut, saya memiliki pandangan bahwa isi dari pemberitaan tersebut menggambarkan adanya jarak yang tidak tersambung dari sebuah informasi yang utuh mengenai program JRSCA.

Badak Jawa sudah menjadi milik dunia, dan Taman Nasional Ujung Kulon telah ditetapkan sebagai warisan alam dunia oleh UNESCO sejak tahun 1992, Saya menyakini bahwa banyak pihak memiliki keinginan dalam berkontribusi untuk menyelamatkan keberadaan Badak Jawa, sudut pandang yang berbeda untuk mencapai kelestarian Badak Jawa, akan menjadi sangat bermanfaat apabila satu dengan yang lainnya saling mengisi untuk menutupi kekurangan. Jika di analogikan sebuah puzzle, program JRSCA adalah bagian dari kepingan puzzle itu, ruang kosong untuk membentuk puzzle itu menjadi lebih sempurna adalah tanggung jawab bagi kita semua, untuk mengambil peran dan bagian demi kelestarian Badak Jawa.

Setiap pembangunan atau tindakan yang dilakukan pastilah menimbulkan dampak, yang bisa kami lakukan adalah mengurangi atau meminimalkan dampak negatif dari sebuah upaya kegiatan konservasi Badak Jawa yang kami lakukan,diam atas dasar ketakutan bukanlah suatu pilihan, peduli hanya diucapkan tanpa adanya aksi hanyalah omong kosong, berbuat sesuatu walaupun salah terkadang dipandang perlu. KIta tidak mau mengulangi lagi, kehilangan harimau jawa tanpa pernah berbuat sesuatu untuk satwa tersebut, yang ada hanyalah cerita dan penyesalan.

 

Tantangan pengelolaan Badak Jawa saat ini sangatlah besar. Selain jumlah populasinya yang kecil (± 60 ekor), badak jawa menghadapi resiko alamiah berupa:

1.       penurunan genetic dan demografi.

2.       Gempa bumi dan tsunami.

3.       pengurangan habitat satwa akibat tekanan aktivitas manusia.

4.       pengaruh perubahan iklim.

 

Selain resiko alamiah terhadap kepunahan populasi badak jawa masih ada ancaman dalam bentuk lain seperti:

1.       perburuan. 

2.       persaingan ruang dan pakan dengan banteng  . 

3.       ancaman infeksi parasit dan bakteri yang ditularkan melalui ternak piaraan

4.       ancaman degradasi habitat karena suksesi hutan menuju klimaks dan adanya invasi Langkap (Arenga obtusifolia).

 

Salah satu program di dalam Rencana Strategi dan Aksi Konservasi Badak di Indonesia adalah dalam rangka menciptakan populasi kedua Badak Jawa dan meningkatkan ketersediaan habitat bagi satwa tersebut, Balai Taman Nasional Ujung Kulon bekerjasama dengan Yayasan Badak Indonesia akan membangun Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). 

JRSCA dibangun dengan tujuan untuk memudahkan pembelajaran mengenai ekologi dan perilaku badak jawa, untuk mendapatkan pengetahuan mengenai daya dukung dan ruang kehidupan populasi badak jawa guna rencana reintroduksi lebih lanjut, dan untuk membangun pemahaman bersama tentang kepentingan konservasi badak jawa melalui proses sosialisasi kepada masyarakat setempat, LSM, pemerintah daerah dan pihak lain, dengan demikian diharapkan nantinya populasi badak jawa akan meningkat.

Balai Taman Nasional Ujung Kulon berkomitmen menyiapkan berbagai kegiatan pra kondisi pembangunan JRSCA, melalui kegiatan revisi zonasi, sosialisasi kepada masyarakat, membangun jejaring kerja tingkat desa hingga provinsi Banten dan membantu memantapkan administrasi guna pembangunan JRSCA.

International Rhino Foundation melalui Yayasan Badak Indonesia sebagai mitra Balai Taman Nasional Ujung Kulon, telah berkomitmen penuh memberikan dukungan teknis dan financial untuk program tersebut, mulai dari tahap pra kondisi, implementasi sampai dengan tahap monitoring dan pengelolaan JRSCA selanjutnya. Dan masyarakatpun telah berkontribusi secara nyata dengan meninggalkan sawah garapannya di blok Ermokla, membantu kegiatan sosialisasi pembangunan JRSCA kepada masyarakat lainnya serta akan mendukung pelaksanaan pembangunan JRSCA sebagai tenaga kerja pembangunan.

Sedangkan Pemerintah Daerah akan berkomitmen dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan TNUK serta membangun insfratruktur yang dapat menunjang pembunan JRSCA.

Sekelumit informasi ini mudah-mudahan dapat memberikan informasi untuk kita semua, dalam hati ini tetaplah mengalir pemikiran dan "darah" konservasi, bekerja 11 tahun didunia konservasi tidaklah mudah mengambil keputusan tanpa memikirkan peran untuk memperbaiki dunia konservasi. Ambil bagian dan jadikanlah diri anda kepingan  puzzle konservasi.

 

 

Salam,

 

Indra K

Comments (3)

terima kasih atas penjelasannya mas indra. kerja konservasi memang tidak mudah. tapi insya Allah dengan niat baik dan hati serta pikiran yang terbuka kita akan dapat mencapai tujuan. sukses terus dengan upaya pelestarian badak jawa.

Kemaren tanggal 11 Oktober 2011, kami mengadakan ekspose JRSCA dengan mengundang segenap stakeholder (Pemda, NGO, dan Wartawan), atas masukan, kritikan yang membangun dan kerjasamanya, apresiasi yang tinggi pantas kami berikan untuk kalian semua. Kami sadari bahwa tidak mudah membangun persepsi dan pemahaman yang sama, tidak perlu kita memaksakan harus sependapat, karena kita semua sudah sepakat bahwa tujuan kita semua hanya untuk kelestarian Badak Jawa. Atas semua itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman NGO dan senior-senior pegiat konservasi yang telah berkontribusi memberi masukan. For yusuf, thanks for your support.

Thanks Ndra....for your sharing. Bener-bener Mantap nich...ulasannya tajam dan bahasanya juga mudah dicerna. Maju terus Ndra....

Translate Content:

similar campaigns

  • Asia
  • Mammal