Kunjungan sekolah yang dilakukan oleh Tim KKLD Ayau Februari lalu mendapat apresiasi dari para dewan guru beserta siswa-siswi SMUN 9 Ayau, dalam kunjungan tersebut kami tim mendistribusikan materi kampaye berupa tas, topi, ikat kepala handuk juga bolpen serta gantungan kunci kepada para dewan guru dan bolpen untuk para siswa-siswi SMUN 9 Raja Ampat, setelah itu kami menyampaikan maksud dibuatnya materi kampaye ini dan tujuan kampaye pride yang dilakukan oleh kami tim KKLD Ayau. Harapan dari dewan guru pada intinya mereka senang dan bangga, dan akan terus menyuarakan pesan inti kampaye agar dapat mengingatkan orang lain akan pentingnya menyelamatkan sumberdaya alam terutam kerapu yang menjadi andalan masyarakat di Kep Ayau. Setelah diskusi yang kami lakukan usai, kamipun foto bersama dengan para dewan guru dan siswa-siswi bersama spanduk kerapu yang kami distribusikan juga.
Long boat pendidikan terapung berlukiskan Kerapu sunu raksasa kini menjadi kembanggaan masyarakat Ayau, banyak orang melihat, banyak orang berkomentar, banyak orang terinspirasi, beberapa turis asing memotret longboat ini dari atas geladak kapal turis, inilah beberapa kisah setelah longboat ini tampil perdana di Kota Sorong dan di Kep Ayau. Longboat ini akan segera dilengkapi dengan berbagai materi pendidikan lingkungan hidup, mulai dari poster, foto dan informasi lainnya terkait dengan pendidikan lingkungan hidup. Dalam bulan Maret ini, longboat inipun akan digunakan untuk survey pasca kampaye di KKLD Ayau. Upaya ini akan terus menerus mengispirasi khalayak target di KKLD Ayau untuk melindungi dan melestarikan kerapu yang menjadi kebanggaan masyarakat Ayau agar tetap lestari di alam Ayau dengan pesan inti , Ambil secukupnya ingat anak cucu, kalau ingin ikan yang cukup zona inti zolusinya. Banyak belum tentu cukup tetap cukup so pasti cukup.
Maskot Ayau Si Kerapu, menghadiai anak-anak Ayau di kampung Dorehkar, Yenkawir dan Yenkanfan dengan handuk berlogo RARE, CI dan Pemda R4, dengan pesan kunci Kalau ingin ikan yang cukup, Zona Inti Zolusinya, “ Ambil secukupnya Ingat Anak Cucu”
Sore itu, rasa takut, haru dan bangga menghiasi wajah anak-anak Ayau ketika mascot kerapu mengampiri anak-anak Ayau, Berbagai keluhan orang tua terhadap anaknya karena ada anak yang suka minta uang, suka cengeng, dan malas madi, tidak mau sekolah, malas sembahyang ini merupakan target yang telah kami pikirkan sebagai dasar untuk kami mengunjungi anak-anak dengan keluhan tersebut.
Untunglah ada respon positif dari para orang tua untuk merelakan anaknya dinasihati sesuai daftar keluhan setiap anak yang kami kunjungi. Hal ini menurut para orang tua setelah ada kunjungan mascot kerapu maka ada perubahan total dari setiap anak yang dikunjungi anak yang suka minta uang tidak lagi minta uang, suka cengeng, tidak lagi cengeng dan sebagainnya, kami tim merasa bangga bahwa melalui sedikit aksi mendidik dan membina mental anak yang kami buat telah membantu keluhan orang tua, bukan saja itu tetapi pesan inti ambil secukupnya ingat anak cucu lebih dipahami orang tua yang kesehariannya berprofesi sebagai nelayan.
ILM ( Iklan Layanann Masyarakat)
Di RRI Sorong
Kalau ingin ikan yang cukup zona inti solusinya, ambil secukupnya ingat anak cucu KKLD Ayau-Asia.
Pace,… kobaca apa itu….
Ah kotau to… ini pesan kampaye konservasi di KKLD Ayau, supaya semua orang tahu ada zona inti di KKLD Ayau.
Zona inti itu apae…..
Zoana inti itu wilayah dilaut yang disepakati bersama oleh masyarakat untuk dilindungi bersama supaya sumberdaya laut yang ada disitu bisa cucup untuk 20-50 tahun yang akan datang.
Tapi sadengar dari tadi ko baca tu.. pake kata-cucup-cukup segala tu….
Ia sa pake kata cukup kan kamdua juga tahu to, Doa syukur doa Bapa kami kan bilang berilah pada hari ini makanan kami yang secukupnya, jadi kalau kita cari ikan dilaut atau apa saja kita harus ambil secukupnya jangan banyak-banyak nanti anak cucu tara dapat bagian to.
Oh begitu e….
Ia
Iklan layanan ini dipersembahkan oleh Tim KKLD Ayau-Asia, di dukung oleh Conservation International Indonesia dan RARE Program
Iklan Layanan Masyarakat ini berdurasi 2 menit dan akan mengudara selama 1 bulan penuh terhitung dari tanggal 20 Februari- 20 Maret 2012, bagi saya iklan ini membuka alam pemikiran publik masyarakat Raja Ampat lebih khusus orang Ayau, agar bisa memahami pesan zona inti di KKLD Ayau yakni Ambil secukupnya Ingat Anak Cucu, proses ini merupakan tahapan perubahan perilaku, cara pandang masyarakat publik dalam arti pesan kuncinya yang dikedepankan sehingga semua orang tahu bahwa ada zona inti di KKLD Ayau, pesan yang kedua rencana akan lebih difokuskan pada tanda batas dan nama lokasi zona inti berada sehingga ada proses yang dapat dipahami publik pendengar RRI Sorong lebih khusus ILM KKLD Ayau.
Menginspirasi konservasi, adalah sebuah hal yang menjadi tanggung jawab para pegiat konservasi di seluruh dunia, kendatipun demikian setiap orang yang mau menginspirasi orang lain banyak mendapat tantangan, karena kita dianggap membatasi ruang dimana orang mencari dan menafkai kebutuhan hidup keluarga dan inilah tantangan yang selalu kita hadapi dilapangan , pada hal konservasi sama sekali tidak melarang tetapi sebaliknya mengatur dan mengajak untuk ambil secukupnya. Seperti halnya pesan kampaye KKLD Selat Dampir dan Ayau.Yakni kitorang atur laut baik, ikan ada terus, Ambil secukupnya ingat anak cucu. Kalau ingin ikan yang cukup zona inti solusinya.
Dalam mengispirasi banyak orang terkait dengan kampaye di Ayau, saya telah membayangkan selama 2 tahun sebuah bentuk dari belan pendidikan (perahu susun bermesin) yang di rencanakan untuk mendukung kegiatan kampaye di Ayau.
Baru diawal Februari setelah merayakan ulang tahunku yang ke 30 barulah aku mewujutkan impianku untuk mengispirasi banyak orang melaui satu longboat yang terlukis 2 ekor ikan kerapu dengan panjang 4 meter. Longboat yang berlukiskan kerapu sunu raksasa ini rencana selesai kamis 16 Februari 2012 dan selanjutya akan digunakan di Ayau hingga selesai awal April 2012. Semoga longboat dengan kerapu raksasa ini dapat membantu mewujudkan cita-cita zona inti di KKLD Ayau dan mengispirasi orang Ayau untuk tetap peduli dalam mempertahankan habitat hidup ikan kerapu hingga anak cucu.
PELATIHAN DASAR-DASAR KONSERVASI MENGHASILKAN 8 REKOMENDASI Laporan Akhir Tahun KKLD Ayau-Asia Kegiatan Pelatihan dasar-dasar konservasi di KKLD Ayau yang berlangsung pada tgl. 7 - 9 Desember 2011 lalu dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah kampung, Distrik dan para tokoh ( adat, agama, masyarakat pemuda dan tokoh perempuan yang berasal dari 9 kampung di Distrik Ayau dan Ayau kepulauan. Kegiatan yang dipusatkan disektor Ayau kecil pulau Urbemasasi belum lama ini sangat direspon dengan baik oleh para peserta pelatihan. Dimana jumlah peserta yang mengikuti jalannya pelatihan dasar-dasar konservasi tersebut berjumlah 54 orang. Peserta yang datang dari berbagai latar belakang pekerjaan tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut hingga berakhir. Pentingnya Sumberdaya laut Ayau perlu dipertahankan terutama kawasan zona inti, membuat hingga pelatihan dasar-dasar konservasi ini dilakukan sehingga harapannya peserta maupun tim KKLD memiliki satu bayangan mimpi yang sama tentang kemana dan bagaimana sebuah pengelolaan kawasan dilakukan untuk memulihkan stok ikan agar tetap dan cukup untuk 20-50 tahun mendatang, sehingga slogan kampaye bangga dan pesan utama kampaye zona inti di KKLD Ayau yakni: “KALAU INGIN IKAN YANG CUKUP” ZONA INTI ZOLUSINYA. AMBIL SECUKUPNYA INGAT ANAK CUCU harapan dari pesan kampaye ini dapat mengingatkan seluruh masyarakat Ayau maupun siapa saja dapat memaknai pesan ini sebagai bagian dari doa syukur doa Bapa Kami, “ Berilah pada hari ini makanan kami yang secukupnya” Asril Junaidi salah satu fasilitator dalam pelatihan tersebut mengakui bahwa kekayaan laut Ayau yang dulu dibanding saat sekarang sangat jauh dari apa yang dapat dibayangkan saat ini, dulu sumberdaya yang kita miliki terutama di laut Ayau sangat berlimpah tapi kita justru di bohongi oleh pengusaha ikan hidup, mereka membeli dengan harga yang murah ‘mereka datangkan potasium agar masyarakat mencari dengan cara yang lebih mudah, untuk mendapatkan hasil tangkapan lebih cepat, tapi kita tidak sadari bahwa sumberdaya laut yang kita miliki saat inipun tidak akan bertahan hidup lama jika pola penangkapan tidak diatur baik, oleh karenanya sumberdaya alam yang kita miliki saat ini, harus diatur dengan cara yang baik, jika tidak maka sumberdaya ini akan habis dan hilang selamanya. Kini pilihan untuk menjadikan Ayau sebagai pusat perikanan kerapu tergantung pada masyarakatnya sendiri, Asril yakin orang Ayau punya tradisi sasi adat, sasi Gereja ( Kabus) mari kita hormati itu sebagai bagian dari tradisi turun-temurun yang mestinya kita harus patuhi bukan kita langgar, sebagai contoh saat ini adalah zona inti, bisa disebut juga zona perpuluhan, zona ini kita harus persembahkan untuk kemuliaan nama TUHAN sehingga sumberdaya alam yang ada tetap ada terus untuk menunjang kebutuhan hidup manusia. Dari hasil Pelatihan selama 3 hari tersebut lahir Beberapa Rekomendasi yang harus di kerjakan dalam 6 bulan ke depan di tahun 2012. Diantaranya: (1. Menyuarakan konservasi lewat pihak Gereja dan (2. Diskusi sistim patrol Ayau kecil dan Ayau Besar, (3. Peningkatan pengawasan melalui SOP yang tepat (4. Diskusi mengenai pariwisata Ayau, (5. Adanya Perkam untuk mengatur Sumberdaya alam di Ayau (6. Pembuatan Belan Pendidikan yang beroperasi di kampung2 di Ayau. (7. Pembangunan Pos di lokasi Abor Meosbekwan (8. Tanda batas zonasi yang jelas disetiap zona. Ke 8 Rekomendasi ini sangat disambut baik oleh peserta dari perwakilan Pemerintah Kampung, Tokoh Adat, Tokoh Agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan Pemerintah Distrik di Distrik Ayau maupun Kep Ayau. Kepala Distrik sangat Mendukung Program KKLD dan Beliau berharap dalam himbauannya saat menutup kegiatan, “ Selagi masi ada kesempatan CII berada di Raja Ampat khususnya KKLD Ayau-Asia, mari kita pergunakan kesempatan ini untuk membangun manusia dan menyelamatkan lingkungan. Menjelang akhir kegiatan, Kepala Distrik Ayau Felix Dimara menyampaikan bahwa, di Bulan Januari 2012, Pemerintah Distrik akan siap bergabung dengan Tim CI untuk berjalan bersama-sama mensosialisasikan hasil rekomendasi, untuk ditindaklanjuti. Kris Thebu salah satu Fasilitator pelatihan menambahkan,untuk menjawab semua rekomendasi diatas terutama sistim Patroli dan Management di Pos Ayau besar dan Kecil juga peraturan Kampung, Tim sosialisasi gabungan akan mulai bekerja pada tanggal 8 - 13 Januari 2012. Lanjut Kris Thebu, dirinya berharap dengan kegiatan sosialisasi sistim pengawasan dan Management yang akan dilaksanakan bersama Tim KKLD Ayau nanti, dapat membawah perubahan yang sangat baik bagi masyarakat di kepulauan Ayau, terutama masyarakat Ayau merasa memiliki KKLD Ayau. Kris, berharap dengan sosialisasi yang akan dibuat di bulan Januari nanti dapat melibatkan semua komponen masyarakat untuk dapat terlibat secara langsung di dalam kegiatan sosialisasi tersebut terutama untuk memantapkan sistim pengawasan, baik di sector Ayau besar maupun Ayau kecil. Valend Burdam.
Mengubah Ketakutan Menjadi Kekuatan, Ketidakpastian Menjadi Kesempatan
Majalah Respeck Pemda Raja Ampat yang berisi informasi dan pembangunan Kabupaten Raja Ampat yang terbit bulan Agustus 2011 termuat slogan kampaye KKLD Ayau yakni AMBIL SECUKUPNYA INGAT ANAK CUCU, “Zona inti ada ikan pasti berlimpah mari torang lindungi bersama. Kampaye ini diharapkan dapat memberi kontribusi besar dalam mendukung kampaye zona inti di KKLD Ayau-Asia. Majalah yang tercetak sebanya 1000 cetakan kini telah siap didistribusikan ke Kampung bahkan ke Distrik yang ada di Kabupaten Raja Ampat. Pendistribusian majalah respeck ini telah dilakukan di saat berlangsungnya Festival bahari di Waisai tanggal 20-23 Oktober 2011. Berbagai kalangan dari pelaku-pelaku bisnis Pariwisata, Pegawai Negeri dikalangan Pemda Raja Ampat serta masyarakat umum di Kota Waisai juga kini telah memiliki majalah tersebut. Mudah-mudahan saja lewat majalah ini slogan serta pesan kunci kampaye dapat terpatri disetiap benak para pembaca hingga tercipta perubahan perilaku terutama dalam mendukung kampaye zona inti di KKLD Ayau-Asia.
Festifal bahari dan Travel Mart Raja Ampat yang dilaksanakan belum lama ini di pantai Waisai Tercinta atau dikenal dengan sebutan pantai WTC telah usai, namun kegiatan ini meninggalkan kesan yang mungkin saja bisa dilupakan waktunya tetapi tetap dikenang selalu. Bagaimana tidak beberapa artis dan actor ternama di tanah air seperti Edo kondologit, Ayu Asanti, Anang Firmansyah, Dinda kanya dewi, Ringgo, serta Nina Tan yang sempat diundang oleh panitia menyempatkan diri mengunjungi stan pameran Tim Kalabia dan Tim Ayau saat pembukaan expo resmi di buka oleh Bupati Raja Ampat Drs Marcus Wanma MSi. Berikut ini beberapa foto seputar kegiatan Festival sampai pada kampaye pride yang dilakukan oleh tim Ayau saat bersama Tim Kalabia beberapa waktu lalu di Waisai 20-23 Oktober 2011.