Campaign for Sustainable Forest Management/Lamandau River Wildlife Reserve, Central Kalimantan, Borneo, Indonesia

What's Happening

campaign blog

Survey Akhir Dimulai

Pangkalan Bun, 19 Juni 2010. Sejak dua hari lalu tim relawan pride SM Sungai Lamandau bersiap. Di Kobar yang dikomandoi Manajer Kampanye SM Sungai Lamandau bersama Generasi Konservasi (Genksi) didukung Saling Salam-Klub Konservasi SMKN 1 Pangkalan Bun melakukan penyusunan agenda waktu pengambilan data lepas mendapatkan pengarahan dan latihan pengarahan isian kuesioner. 12 relawan di Kobar bahkan mungkin bisa lebih akan bergerak menjajaki penggalian data di 5 desa target kawasan kampanye dibantu edukator Kampung Konservasi dan BKSDA Kalteng menjajaki kawasan perbandingan. Tidak kalah yang di Sukamara, dikomandoi Fadlik dan edukator tim Mobile Education and Library Unit Yayorin bersama 8 anggota Green Organization mengagendakan 5 hari akan menjajaki pertanyaan di 4 desa target kawasan kampanye dan satu kawasan perbandingan.

campaign blog

Pekerjaannya yang Mulia

Pangkalan Bun, 17 Juni 2010, Hari ini adalah akhir pekan yang juga merupakan akhir bulan. Hari ini aku ingin melakukan kegiatan di luar agenda kerjaku melihat kegiatan suami  dalam kunjungan kerjanya ke demplot pertanian mementap yang berada di desa Tempayung, kabupaten Kotawaringin Barat.

campaign blog

Cerita Mulut ke Mulut: Mereka yang Bangga Bertani Menetap dan Hutan SM Sungai Lamandau Lestari

Pangkalan Bun, 2 Juni 2010,
Dibeberapa daerah yang didominasi oleh pendatang transmigrasi biasanya
istilah perladangan menetap sudah tak asing lagi. Mereka biasa
mengelola lahannya  sendiri, ketika memasuki desa-desa, seperti Desa
Karta Mulia di dusun Pudukuali yang terdapat pendatangnya, mereka sudah
mengolah lahan menetap, namun tidak dipungkiri kadang masih ada yang
menebas bakar disaat alang-alang meninggi dan tidak memiliki modal
untuk merondap atau membayar orang untuk menebas. Merawat lahan dari
memangkat rumput dan semak liar sangat penting. Karena jika tidak
terawat akan menjadi daerah saluran merambatnya api pada saat kebakaran
lahan. Untuk bisa memantau itu, berladang menetap dirasakan lebih
efektif karena bisa mengawasi lahan dari bahaya api dan merawat tanaman
lebih intensif dan tidak jauh-jauh ke lahan memakai kendaraan.

campaign blog

Asoy: Persona Kunci Menuju Perubahan

Pangkalan Bun, 2 Juni 2010
Asoy 31 tahun adalah seorang mandor sawit. Beliau sedikit banyak
mengamati kegiatan pertanian dan mengambil ilmu pertanian, meski tak
banyak, lahan karet seluas lebih dari satu hektar adalah salah satu
upaya agar beliau bisa menanam investasi untuk keluarganya.  Beliau
juga menanam tanaman di kebunnya sendiri, seperti : cempedak, petai,
pisang, terong, kunyit, jahe, keladi, ubi jalar, singkong, tebu,
singkat kata kebun campuran sudah beliau pakai sebagai konsep hidupnya.

Padi lokal yang ditanamnya adalah padi umbang, dari masa penanaman
sampai panen berlagsung selama empat bulan.Seperti cerita kebanyakan
orang tua dayak selalu mengajak anaknya berkebun atau bahuma. Sandi
anaknya yang berusia 10 tahun selalu diajak ke kebun karetnya, biasanya
Sandi diperankan untuk memangkas daun-daun karet agar lebih rapih dalam

campaign blog

SM Sungai Lamandau Berkah Bagi Pemantung dan Pengikan: Mari Lestarikan

Pangkalan Bun, 2 Juni 2010
Ada sekitar sembilan kelompok pemantung di dalam kawasan, dari pondok
ke pondok mereka mulai menceritakan suka duka bekerja didalam kawasan,
yang jelas banyak dukanya. Pada saat musim hujan biasanya pemantung
lebih banyak istirahat di pondok, sementara jalur penyadapan yang cukup
jauh dengan medan yang memiliki ragam kesulitan yang berbeda-beda
seperti rawa gambut dengan humus yang tinggi, pohon-pohon berduri harus
mereka lalui, belum lagi nyamuk di dalam hutan, mengayuh dayung
berjam-jam. Biasanya para pemantung berangkat jam 04.30 wib dan pulang
pada waktu magrib. Semua itu mereka lakukan agar mereka bisa membawa
pulang uang rata-rata perbulan Rp. 2.000.000,-, dengan pantung yang
didapatkan kurang lebih satu ton perbulan untuk satu individu.

Catatan: keunikan tumbuhan ini bagi satwa liar adalah bahwa ternyata getah

campaign blog

Gerakan Penyadaran Sampai Masuk Ke Pemantung dan Pengikan dalam SM Sungai Lamandau

Pangkalan Bun, 2 Juni 2010,
Suaka Margasatwa memiliki banyak fungsi untuk kehidupan, fungsi ekologi yang dengan gratis bisa kita rasakan. Hutan sebagai sumber oksigen yang tiap beberapa detik kita hirup, air yang mengalir dari hulu-hulu Suaka juga sering kita reguk, basuh untuk mandi dan keperluan lainnya. Belum lagi para pengikan dengan surat ijin, mereka bisa mencari ikan di dalam kawasan. Tanpa menggunakan potas, setrum dan bom singkat kata pemusnah masal dilarang keras untuk kelestarian kawasan.

campaign blog

Kisah Ardiyansyah-Penyadap Getah Pantung di SM Sungai Lamandau

Pangkalan Bun, 2 Juni 2010.

Bernama lengkap Ardiansyah 33 tahun. Beliau berasal dari Kumai, daerah asal ikan banyak dijual. Tiap harinya beliau relakan untuk masuk ke hutan, mencari getah pantung yang per kg dijual 5.400 rupiah dibeberapa pengumpul Pangkalan Bun. Dalam masa beliau bekerja selama sembilan tahun di dalam kawasan Suaka Margasatwa Sungai Lamandau, beliau tiap hari harus melalui berbagai rintangan duri dan jalur air.

Jauh sekali apabila mencari getah pantung, biasanya kami berangkat jam 04.00 dan pulang jam 17.30, sungguh banyak waktu dan biaya yang dikeluarkan. Mereka biasanya menggunakan bahan bakar untuk mengendarai kelotoknya masuk ke dalam wilayah hutan yang ada pohon pantung. Pohon-pohon yang tidak teratur jaraknya juga mempengaruhi kesulitan pencarian, sungguh perjuangan yang luar biasa.

campaign blog

Energi Inspirasi Berladang Menetap Tanpa Bakar

Pangkalan Bun, 29 Mei 2010
Minggu ke 4 bulan Mei 2010, mendekati fase akhir kampanye bangga masyarakat desa target mematuhi apa yang dikatakan kepala desa masing-masing desa. Pada akhir Mei 2010 kepala desa Tempayung dan desa Babual Baboti menegaskan kembali pada warga desanya untuk tidak melakukan perluasan ladang atau membuka lahan untuk ladang dengan tebas bakar. Kedua kades itu juga menegaskan bahwa berladang menetap lebih menguntungkan.

Hasil sosialisasi kepala desa, membuat masyarakat enggan melanggar amanat. Selain itu masyarakat juga telah melihat sendiri keuntungan berladang menetap di lahan sendiri tanpa bakar hasilnya lebih baik. Sepulang beberapa warga yang mengikuti studi banding, banyak yang mengaplikasikan kebun campuran menetap tanpa bakar. Bahkan mereka mengajak tetangga atau saudaranya yang tidak ikut studi banding mengunjungi demplot kebun campuran menetap tanpa bakar yanga ada di wilayah desa Tempayung.

campaign blog

Keseimbangan Ekologi Terjadi

Pangkalan Bun, 27 Mei 2010. Hasil monitoring bersama tim patroli proyek EC untuk pelestarian SM Sungai Lamandau dari OFUK tercatat bahwa hutan yang pada tahun 2006 terbakar di wilayah Mangkung, Sungai Buluh dan Perapat juga Danau Burung kini sudah mulai terlihat suksesinya. Dukungan ini terlihat berkat kesadaran masyarakat yang mendukung penghijauan kawasan. vegetasinya semakin tumbuh rimbun.

Catatan lainnya, ladang salah satu warga Babual Baboti di wilayah Rasak di dalam kawasan SM Sungai Lamandau sejak kampanye dijalankan dan patroli pengawasan yang intensif serta dorongan warga desanya tidak lagi melakukan perluasan lahan dan tidak lagi berpindah-pindah. Di wilayah danau burung Sukamara mulai terpantau kembali hadirnya burung migran. Burung-burung itu mulai berkembangbiak sejak April 2010 dan sampai saat ini sebagian telurnya sudah menetas. Ada 6 jenis tercatat,

campaign blog

Kembalinya Para Burung Migran di SM Sungai Lamandau

Pangkalan Bun, 27 Mei 2010.
Sebuah kisah menarik mengenai indikator lestarinya sebuah kawasan hutan. Hal ini terlihat di salah satu hutan di kawasan SM Sungai Lamandau. Danau Burung di wilayah barat kawasan yang masuk administrasi kabuoaten Sukamara terpantau mulai didatangi rombongan migrasi dari sekelompok burung. Maret 2010, belum terlihat oleh tim patroli proyek EC dari OFUK ada tanda-tanda kehadiran burung migrasi.

Setelah pemantauan di akhir Maret memasuki awal April 2010 mulai terlihat banyak sekali yang mengunjungi daerah rawa berdanau itu. Ada yang mulai bertelur, menetas. Tercatat 6 jenis yang teridentifikasi. Sampai akhir Mei 2010 masih ada. Fenomena alam yang memberikan gambaran pada kita, jika kawasan itu mulai aman bagi mereka untuk berkembang biak.

similar campaigns

  • Asia
  • Mammal
  • campaign tracker

    Status
    active
    100%
    100%
    Percentage of Campaign Time Elapsed.
    82%
    Percentage of Campaign Deliverables Complete.

    Campaign Team

    eddy santoso

    Campaign Manager

    Hari Kushardanto

    Campaign Mentor

    togu simorangkir

    Local Partner Executive Director

    Partners