
Our campaign will protect endangered species in Gunung National Park by motivating agriculturists to practice agroforestry techniques in order to reduce deforestation through wood harvesting.
— Ismail Pong, Campaign Manager

Campaign for Sustainable Forest Management/Besitang Forest, Gunung Leuser National Park, North Sumatra, Sumatra will maintain the population of orangutans within Blok Langkat-Sekundur at at least 497 individuals by reducing the threat of encroachment on the 126,000 hectares of forest by December 31, 2010 See full Theory of Change

Our symbol of pride is the Sumatran orangutan.
Kamis, 11 Februari 2010. Tim Kampanye Bangga "Sehati Lindungi Leuser" mengunjungi adik-adik yang bersekolah di SD Negeri 058242 Telaga Said. Si Momo adalah kostum Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang merupakan maskot Kampamye Bangga. Saat kunjungan sekolah kostum si Momo menjadi pusat perhatian anak-anak dan daya tarik tersendiri. Dalam kesempatan kunjungan ini juga, si Momo menyampaikan pesan kampanye melalui lagu yang berjudul "Sehati Lindungi Leuser". Bukan hanya siswa yang bergembira dengan kedatangan si Momo, akan tetapi para guru juga senang karena kegiatan kunjungan sekolah melalui kampanye bangga ini sangat baik dan menarik sehingga anak-anak bisa menerima informasi dan belajar dengan rasa gembira (ungkap Bapak Suharman/kepala sekolah).
Mulai dari 3 - 9 Desember 2009 lalu kelompok petani target memulai tahap menanam berbagai tanaman di atas demplot kebun tumpang sari. ada tanaman sayur, cabe, jenis holtikultura lainnya. khusus demplot yang ada di dusun Damar Hitam, Desa Mekar Makmur tahap pertama sudah muali ditanami dengan tanaman sereh wangi (Cymbopogon citrates). Selain petani yang terlibat untuk mengelola demplot ini, para pemuda juga terlibat. Pemuda di desa juga mempunyai peran penting untuk menyebarkan pesan dan perubahan perilaku untuk bertani tumpang sari di atas sebuah lahan. Keseharian pemuda juga terlibat di kebun milik oranguta mereka dan juga sebagian mereka bekerja mengelola kebun tetangga atao orang lain.
Semoga tanaman yang sudah tertanam di atas demplot kebun tumpang sari ini akan tumbuh subur dan menjadi bukti agar meyakinkan para petani bahwa sepetal kebun yang mereka miliki masih bisa menghasilkan lebih dari yang mereka kira selama ini._is
Medan, 2 Desember 2009 satu lagi material kampanye bangga telah selesai di cetak dan siap di distribusikan. "Taman Nasional Gunung Leuser Hutan Hujan Tropis Sumatera Warisan Dunia" adalah judul stiker itu. "Tanggung Jawab Kita Bersama untuk Melindunginya" adalah pesan ajakan yang disampaikan melalui stiker ini kepada semua khalayak. Tak lupa logo kampanye bersama slogan kampanye "Sehati Lindungi Leuser" juga muncul dengan ukuran yang dominan. Stiker ini berukuran setengah kertas A4 (20x14,4 cm) Semoga media stiker ini terus menyebarkan pesan kampanye bangga._Is
Pembangunan kebun Tumpang Sari "Agroforestri" pada minggu ke 3 - 4 November 2009 telah sampai pada tahap penyiapan galur atau bedeng tanaman. Kebun Tumpang sari "Agroforesti" ini dibangun dengan pola organik. Pembuatan galur atau bedeng tanam pun tidak dilakukan seperti biasa. Metode pembuatan galur tanam dilakukan secara bersamaan dengan pembuatan pupuk organik (kompos) yang berasal dari rerumputan atau tanaman yang dibersihkan saat proses penyiapan lahan.
Pembangunan demplot kebun tumpang sari "agroforesti" ini dilakukan dengan beberapa model :
Poster Kampanye Pride yang telah disusun dan didesain sedemikian rupa, dengan menghabiskan banyak energi dan waktu akhirnya telah tercetak dan mulai menjangkau masyarakat target kampanye di empat desa target (Mekar Makmur, Halaban, Sei Serdang, namo Sialang). "Aman Di Tanah Sendiri" itulah judul dari poster itu, "Sehati Lindungi Leuser" adalah slogan kampanye Pride yang tertulis disetiap lembar poster.
Untuk mengefektifkan media poster ini, sengaja dicetak dengan ukuran 50x70 cm agar mengimbangi media pemasaran suatu produk. Rumah penduduk desa, warung, perkantoran, dan tempat-tempat berkumpulnya masyarakat adalah lokasi yang menjadi sasaran utama penyebaran poster ini.
Tanggal 28 - 29 Oktober 2009 merupakan hari bersejarah bagi kampanye bangga untuk Taman Nasional
Gunung Leuser (TNGL) wilayah Besitang, dikarenakan selama dua hari ini para pemuda yang menyediakan
dirinya menjadi relawan kampanye bersama manajer kampanye dan tim serta didampingi oleh Mba Sari dari
RARE melakukan pelatihan bersama. Pelatihan yang dilaksanakan adalah melatih para relawan kampanye itu
untuk bisa melakukan kampanye dengan panggung boneka.