Our campaign will protect the Javan Rhino in Ujung National Park by training local farmers in agriculture intensification systems to optimize their land holdings in order to reduce deforestation.
— indra harwanto, Rare Conservation Fellow
Campaign for Sustainable Agriculture/Ujung Kulon National Park, Banten, Java (Bogor 3 Campaign) will save the habitat of the Javan Rhinoceros by reducing the clearing of forest for agriculture by 2015-10-15 See full Theory of Change
Our symbol of pride is the Javan Rhinoceros.
Bogor, 02 Agustus 2010. Kurang percaya diri didepan umum, mengambil keputusan yang lama, bekerja berdasarkan asumsi, sulit memberi kepercayaan kepada orang lain, kurang fokus, tidak ada skala prioritas dan tidak pernah membuat indikator kinerja adalah gambaran kondisi yang saya alami dalam melaksanakan setiap pekerjaan yang harus saya selesaikan sebagai seorang PNS, tidak mengherankan ketika ada sesi presentasi dan mengorganisir banyak orang, rasa khawatir dan tidak percaya diri lebih banyak mendominasi persiapan. Saya menyadari, bahwa ingin menjadi seorang manajer kampanye semua perasaan itu tidak diperlukan, hanya niat dan kemauan saja yang menjadi modal awal saya untuk mengikuti program kepemimpinan bersama RARE sebagai manajer kampanye.
Cibadak, 09 Juli 2010. Cuaca yang tidak menentu membuat sebagian petani dalam demplot kedelai di TNUK risau, bulan Juni dan Juli 2010 yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau ternyata masih diguyur hujan yang lebatt secara terus menerus. Kondisi ini mempengaruhi demplot kedelai, usaha untuk melakukan pemeliharaan terasa sia-sia karena genangan air didalam demplot yang tidak henti-hentinya. Pemupukan dan penyemprotan terasa tidak berarti karena selalu diguyur hujan secara tiba-tiba.
Tahun ini mereka masih berharap demplotnya menghasilkan panen yang bagus. walaupun sulit untuk terealisasikan. Cuaca dan hama ulat memang tidak dapat diprediksi oleh petani, tetapi semangat dan keinginan untuk merasakan jerih payahnya masih terlihat dilisan mereka. Bulan Juli akhir tahun ini, kami berencana untuk memanen sebagian demplot kami, dikatakan sebagian karena memang kami melakukan penanaman tidak serentak sebab kondisi demplot yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Sumur, 05 Juli 2010. Pengambilan data survey paska kampanye pride di Taman Nasional Ujung Kulon berbeda dengan survey pra kampanye, saat ini pengambilan data survey paska menggunakan enumerator dari teman-teman volunteer KSM Sahabat Ujung Kulon, KSM Kanopi dan Siswa-siswi SMUN 16 Pandeglang yang baru lulus. Untuk menjadikan mereka sebagai enumerator memerlukan pertimbangan waktu yang agak lama untuk memutuskannya, maklum saja mereka rata-rata belum pernah menjadi enumerator sehingga sempat muncul kebimbangan kami dalam menentukan sikap, apakah mereka kita pilih atau seperti tahun kemaren dengan menggunakan mahasiswa?
Ujung Kulon (ANTARA), 22 Juni 2010 - Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) memperkirakan populasi Badak Jawa di kawasan yang dikelolanya saat ini diperkirakan hanya tinggal 50 ekor.
Menurut Kepala Balai TNUK, Agus Priambudi, tanggal 21 dideklarasikan sebagai hari Konservasi badak Indonesia untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar bisa menjaga dan melestarikan Badak Jawa (Rhinocerus Sondaicus) yang merupakan spesies paling langka di dunia.
"Pencanangan ini untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan badak, khususnya Badak Jawa yang hanya ada di TNUK," kata Agus Priambudi.
Selain deklarasi penangkaran Badak Jawa dan pencanangan hari konservasi badak Indonesia, organisasi internasional konservasi alam dan sumberdaya alam (IUCN) dalam kesempatan tersebut mencanangkan tanggal 21 Juni sebagai hari badak internasional.
Untuk informasi lebih detil, silakan baca artikel selengkapnya di link berikut ini:
Ujung Kulon (UK), 15 Juni 2010. Masyarakat di Kecamatan Sumur dan Cimanggu memiliki kebiasaan melepasliarkan hewan ternaknya di hutan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya, kebiasaan tersebut memiliki dampak yang negatif terhadap satwa liar yang ada di hutan, seperti Badak Jawa. Dikarenakan kotoran hewan ternak seperti kerbau mempunyai potensi besar untuk menyebarkan penyakit. Untuk mendorong agar masyarakat mau mengandangkan hewan ternaknya, perlu dicari insentif yang bisa membuat mereka melakukan perubahan perilaku, salah satunya adalah mengenalkan mereka Biogas, biogas merupakan insentif yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi pengeluaran dalam membayar listrik, selain itu juga bisa memanfaatkan sisa biogas untuk kompos. Sehingga alasan melepasliarkan hewan ternak yang memboroskan waktu dapat menjadi terkikis.
Labuan, 15 Juni 2010. Bulan ini kita memperingati hari lingkungan hidup sedunia, bekerjasama dengan WWF Ujung Kulon dan Kantor Lingkungan Hidup Pandeglang, kami mengadakan Story Telling Competition di alun-alun kab. Pandeglang pada tanggal 07 Mei 2010. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se Kab. Pandeglang dengan menggunakan bahasa inggris. Tema yang kami angkat adalah Taman Nasional Ujung Kulon, upaya pelestarian dan peran serta masyarakat terhadap lingkungan.