Kisah Terakhir dari Dana Alumni Rare
· Mohon jelaskan tujuan yang telah Anda tetapkan yang ingin dicapai di awal fase tindaklanjut. Apakah Anda mencapai tujuan tersebut? Jika iya, bagaimana?
· Mohon jelaskan tujuan yang telah Anda tetapkan yang ingin dicapai di awal fase tindaklanjut. Apakah Anda mencapai tujuan tersebut? Jika iya, bagaimana?
http://lead.or.id/ Call for participants: LEAD Associate Training Cohort 16 Green Economy: Exploring Paths for Vibrant Future (May – September 2011) LEAD Indonesia, diselenggarakan oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB), telah melaksanakan program LEAD Associate Training sejak tahun 1992. Program ini menawarkan pelatihan selama 20 hari tentang kepemimpinan untuk pembangunan berkelanjutan yang dikemas secara unik. Mereka yang lulus dari program ini disebut LEAD Fellow dan akan menjadi bagian dari salah satu jaringan paling beragam profesi di dalamnya. Saat ini terdapat lebih dari 2000 LEAD Fellows dari 90 negara, dimana 212 orang diantaranya berasal dari Indonesia.
Kegiatan dibawah ini telah disetujui diawal program dana alumni. Pelatihan biogas dan tungku hemat energi Pelatihan biogas ini dilaksanakan pada tanggal 27 juni 2010 bertempat di desa Sukopuro dusun cincing, tepatnya di gedung SD Negeri III Sukopuro. Pelatihan ini dimulai sekitar pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00 siang hari dan rencananya langsung dilanjut dengan praktek instalasi biogas di rumah Yulianto. Sedangkan pelatihan tungku hemat energi dilaknsakan pada tanggal 28 Juni 2010, dengan tempat yang sama yaitu dusun cincing desa sukopuro. peserta pelatihan ini adalah semua relawan yang ada dua desa target.
During a site visit to Rare Alumni Fund site, I interviewed Mainul Sofyan, the Executive Director of Paramitra. I did not even realize that Paramitra already introduced biogas to the villages around Bromo-Tengger-Semeru NP but did not succeed, not before Pride. Here’s a short video of him explaining the process.
Figure 1. Modified Gas Stove for Biogas
Figure 2. Typical Biogas Plant. Covered by Bamboo to Avoid Animal dan Rain.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah salah satu dari empat taman nasional yang ada di provinsi Jawa Timur. Dengan luas sekitar 52,000 ha, TNBTS mendukung dua DAS penting di Jawa Timur, yaitu Brantas dan Sampean Madura yang mendukung kehidupan sekitar 16 juta orang di empat kabupaten (Pride Paramitra Executive Summary, 2008).
What is the similarity between FIFA World Cup and Biogas? Yep, that’s right. They both cause fever. Just one day after the World Cup ended, the morning after we all watched the final match between the Netherlands and Spain, I went to see the farmers who were also having fever, but it wasn’t the World Cup fever, it was biogas fever.
Kelompok Tani Usaha Maju II di Desa Argosari sungguh merupakan bukti dari penguatan kapasitas masyarakat dari Kampanye Pride. From zero to hero, istilah itu mungkin dapat diberikan kepada kelompok tani Usaha Maju II. Setelah mereka berhasil dengan arisan biogas yang mereka inisiasi, mereka berhasil menjelma menjadi sebuah organisasi masyarakat yang kuat dan memiliki karakter serta keahlian spesifik.
Dalam sebuah komunitas, tidak pernah tidak, pasti ada seseorang yang berbeda. Baik itu dalam hal positif maupun negatif. Dalam bahasa sehari-hari, perbedaan ini disebut penyimpangan. Namun dalam ilmu sosial, penyimpangan perilaku ini disebut devian dan penyimpangan perilaku yang berdampak positif, baik terhadap orang-orang di sekitarnya maupun terhadap lingkungan tempat tinggalnya disebut dengan devian positif. Adalah Pak Slamet, seorang petani dari Desa Argosari, yang memiliki perilaku ‘menyimpang’ dan menjadi ’early adopter’, memimpin perubahan yang fenomenal di desanya. Semuanya berawal dari kampanye Pride yang dilakukan oleh Manajer Kampanye Magiyanto dari Lembaga Paramitra Jawa Timur pada tahun 2007. Kampanye Pride yang dipimpin oleh Megi memiliki tujuan untuk mengurangi ancaman pengambilan kayu bakar dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang dilakukan oleh masyarakat.
Biogas is a new method to avoid rural household conflict and other series of conflicts it might cause. If you think I’m kidding you, you’re wrong. I’m totally serious. If you think there’s no way that could happen, let me put it this way. Rural household will be mostly in peace if they could lit the fire in the kitchen anytime they needed it. It means that they can always cook, they can always eat, and life can continue. Before the people in Argosari Village, Malang District, East Java, know biogas, they collect fuel wood every day, or at least three times a week, from morning to afternoon or buy it from fuel wood collectors for $ 1.5 – 2 for maximum 2 days usage. That is a lot of amount for them. If you’re men and you’re the head of the family, you can’t get bored to collect fuel wood, and you are not allowed to feel exhausted too!