RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Potorono Forest, Central Java, Java

Blog

Varian Baru Tungku Hemat Energi

Varian Baru Tungku Hemat Energy 

Tanggal 17 Januari 2009, selama seharian KUB Ngudi Mulyo melakukan kegiatan perdana untuk pengembangan Tungku Hemat Energi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 orang terdiri dari bapak-bapak dan Ibu-ibu anggota KUB Ngudi Mulyo ditambah dengan 7 orang non anggota. Pelatihan pengembangan tungku juga telah dilakukan di Desa Sutopati yang dihadiri oleh 30 orang yang dijalankan pada tanggal 10 Januari 2009. 

Kegiatan pelatihan pengembangan tungku tersebut ditujukan untuk mengembangkan contoh-contoh ide baru bentuk tungku hemat kayu bakar berbahan baku semen, batu bata, besi cor, talang air dari tanah liat, pasir serta abu dapur. Setidaknya 20 Kg semen, 1 meter kubik pasir, 8 potong besi cor 6 mm sepanjang 25 cm dan 5 potong besi cor 3 mm sepanjang 25 cm, 26 buah batu bata dan 1 buah talang air dari tanah liat telah digunakan untuk mengembangkan bentuk tungku yang lebih artistic. Total biaya bahan yang digunakan adalah Rp 65.000,- atau lebih mahal Rp5000,- dengan harga beli tungku konvensional di pasaran.

Perubahan atau modifikasi dari bentuk tungku baru adalah pada leher tungku yang berbentuk silinder. Dengan demikian pemakaian bahan menjadi lebih sedikit jika dibandingkan jika dalam bentuk persegi tertutup. Modifikasi bentuk juga terjadi di bentuk secara umum yang menjadi lebih panjang, sehingga asap dapat terpisah dari api dan keluar secara tepat ke cerobong asap di bagian belakang tungku.

Secara umum gambaran modifikasi dapat di gambarkan sebagai berikut:

1

Pintu bakar

7

Ruang abu

2

Mulut bakar

8

Leher ke cerobong

3

Chamber primer

9

Cerobong

4

Leher

10

Lubang sekunder

5

Buffle

11

Lubang pengambil abu

6

Chamber sekunder

12

Sarangan

à Menunjukkan arah aliran api

Pada prinsipnya pemahaman pembuatan tungku hemat kayu telah teradopsi dengan baik di masyarakat. Setidaknya peningkatan jumlah pemakai mencapai 15% dari jumlah sebelumnya. Hal yang mendasar dari kegiatan pembuatan tungku hemat kayu adalah prinsip hemat kayu dan prinsip kesehatan serta prinsip aliran panas di dalam inovasi tungku.

Progress Pengembangan Kebun Energi

Sebagai pendukung untuk ketersediaan bahan kayu bakar, telah dikembangkan kebun energy. Saat ini masih berupa bibit-bibit aneka tanaman yang telah ditanam diantara tanaman pertanian. Dukungan dari Dinas Pertanian dengan memberikan bantuan bibit mulai dari tanaman suren, alpukat, damar. Sedangkan iniasiatif kebun bibit kelompok belum mampu terealisasi karena penempatan masih diperdebatkan termasuk pengelolaan juga belum terpastikan. Lebih lanjut kelompok tani masih menghendaki dan berkeinginan untuk mengembangkan tanaman kopi sebagai tanaman tahunan yang dapat mendukung secara ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan kayu.

Hasil pembahasan tentang jumlah pemakaian kayu per keluarga adalah sebesar 3 kuintal per bulan. Dengan demikian hasil secara perkiraan maka setidaknya 1300 kk x 3 kuintal = 3900 kuintal per bulan. Salah satu jalan yang diinisiatifkan oleh masyarakat adalah dengan membudidayakan kembali tanaman pengisi hutan lindung termasuk pengembangan hutan rakyat.

Saat ini pengamatan mengenai efisiensi tungku hemat kayu masih berdasarkan estimasi. Perkiraan penghematan kayu dengan tungku yang dikembangkan adalah sebagai berikut:

Pemakaian untuk memasak; penghematan kayu mencapai 30-40 persen dengan waktu yang mampu dihemat jika dibandingkan dengan tungku konvensional adalah 15-20 menit. Efisiensi panas yang mencapai ruang bakar kedua (second chamber) mengalami penurunan kira-kira 20 persen dibanding panas yang dicapai pada chamber primer. Dengan demikian dengan memperkecil diameter chamber sekunder akan meningkatkan efisiensi panas dari chamber primer. Pengurangan diameter sebesar 5 cm mampu meningkatkan efisiensi panas yang diterima oleh chamber sekunder. Efisiensi juga ditingkatkan dengan memasang buffle untuk mengarahkan panas langsung ke lubang sekunder. Selanjutnya asap dapat keluar dengan sempurna ke cerobong apabila pada lubang primer dan sekunder cukup rapat ketika dipakaikan alat-alat masak, dengan demikian sangat penting untuk membuat lubang yang sesuai dengan bentuk alas alat-alat masak.

Mengembangkan tungku perlu juga memperhatikan pelepasan panas di dalam ruang bakar. Hal tersebut yang memberi ide untuk menempatkan polesan abu dapur di dalam ruang bakar. Fungsi abu dapur adalah sebagai peredam panas agar tidak diserap oleh panas tungku melainkan dilepaskan ke atas (kearah mulut chamber). Abu dapur dalam proses penempatanya dapat dicampur semen dan dipoleskan agar bertahan lama. Namun secara konvensional, abu dapur cukup dicampur air dan dipoleskan agak tebal juga mampu bertahan dalam jangka waktu relative lama dengan konsekuensi apabila habis perlu dipoles ulang.

Pendapat-pendapat

Nur… Demikian teman-teman dalam kelompok tani “Setyo Tani” memanggil bapak ini. Bapak berusia 35 an ini merupakan salah satu anggota kelompok tani sekaligus KUB Ngudi Mulyo. Di setiap pertemuan, Pak Nur ini sangat aktif, kritis dan produktif dalam mengemukakan ide-ide seperti anggota kelompok yang lain.

 “ Tadinya saya telah banyak mendengar tentang tungku yang hemat kayu”, demikian katanya. “Hingga saat pelatihan hari ini saya menjadi paham prinsip dasar pembuatan tungku hemat kayu ini, dan saya yakin dapat mengembangkan sendiri di rumah, dan kebetulan juga setelah dari pelatihan pengembangan ini saya akan membuatnya juga di rumah”, lanjutnya.

Pak nur adalah salah satu orang yang sangat antusias untuk mengembangkan tungku hemat energy di rumahnya. Menurutnya sangat penting untuk mensosialisasikan prinsip tungku yang hemat kayu agar semua masyarakat di desanya dapat menghemat penggunaan kayu, serta bisa menggunakan sisa biaya untuk keperluan lain seperti menyekolahkan anak.

“Desain bentuk tungku yang kami buat bersama ini bentuknya sangat menarik, cuma sayang biaya yang dibutuhkan agak mahal meski pembuatannya tidak rumit,” demikian pendapatnya tentang hasil garapan tungku pengembangan.

Selain pak Nur, terdapat ibu-ibu yang amat ingin tahu tentang pembuatan tungku hemat energy. “ Kami sangat ingin tahu mengenai tungku yang mampu menghemat kayu tersebut, selain katanya lebih sehat”, demikian menurut mereka. “sejak lama kami telah menantikan pelatihan ini, apalagi sekarang ditambah dengan bentuknya yang menarik, terlihat rapi dan kuat. Sayangnya tidak bisa berpindah tempat dan harga pembuatannya lebih mahal”. Demikian ungkap Istikomah yang menjabat sekretaris KUB Ngudi Mulyo, salah satu peserta pelatihan pengembangan tungku hemat kayu desain baru.

Lebih lanjut Istikomah menyatakan bahwa untuk membuat tungku juga perlu memperhatikan tingkat kekuatan atau daya dukung tungku terhadap beban maksimal bahan-bahan yang dimasak.” Kalau pada saat hajatan, biasanya kami memasak dalam jumlah banyak, untuk itu butuh tungku yang kuat menahan beban hingga setidaknya 1 kwintal”, demikian usulnya.

Hery, adalah ketua kelompok LMDH yang juga antusias untuk mengikuti pelatihan pengembangan Tungku hemat kayu. “ Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi kami terutama adalah tungku yang dibuat nantinya akan dipindah-pindah. Jadi menurut hemat saya perlu ada pemikiran tentang tungku hemat kayu namun dapat dipindah. Memang kalau bentuk tungku yang dibuat kali ini desainnya menarik, dapat ditambah cat sehingga tidak membosankan, namun saya tertarik dengan desain yang lalu yang lebih hemat pemakaian bahan semen dan pasir serta dapat dipindah-pindah”, demikian keterangannya.

Lebih lanjut Hery mengusulkan agar pada pertemuan selanjutnya diadakan lagi pelatihan tungku yang desain lama sebagai pembanding dengan tungku yang berbahan baku batu bata.

Kegiatan Lanjutan bulan februari:
  1. Event hari Ibu dan Anak menanam oleh ESP Regio Jateng-DIY
  2. Kampanye peduli konservasi dalam acara Merti Dusun
  3. Pengembangan Unit bisnis KUB Ngudi Mulyo
  4. Pelatihan kelola kebun energi
Opportunity:
  1. Pengembangan Kebun Bibit didukung oleh CV Tunas Jaya
  2. Dukungan percetakan untuk buku saku kebun energi

---Panji---





Comments (0)

Translate Content:

similar campaigns

  • Asia
  • Bird