RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Sungai Lesan Protection Forest, East Kalimantan, Borneo

Blog

Kemah Pelajar

Badan Pengelola Kawasan Lindung Sungai Lesan (BP Lesan) bekerjasama dengan The Nature Conservancy (TNC) telah menyelenggarakan Kemah Pelajar di stasiun penelitian Lejak-Kawasan Lindung Sungai Lesan (KLSL) 27 Februari – 1 Maret 2009. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan fungsi lingkungan dan KLSL kepada para siswa dan guru sebagai salah satu laboratorium alam dimana para siswa bersama guru dapat belajar dan mengenal hutan dan lingkungan.  Kegiatan kemah pelajar diikuti oleh 14 orang siswa, 7 orang guru dan 4 orang pembicara dari Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Badan Lingkungan Hidup. Kemah pelajar yang berlangsung 3 hari tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang sarat dengan unsur edukasi dan hiburan. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya berbagai permainan lingkungan, pagelaran seni dan budaya lokal, treking dan identifikasi hewan dan tumbuhan dalam hutan, perlombaan kreatifitas hasil hutan serta cerdas-cermat antar sekolah. Kerja keras dan kekompakkan tim fasilitator dari The Nature Conservancy, Teater Bumi, Mahasiswa Pecinta Alam STIEM Berau dan Green OFA ini memang tidak sia-sia, semua peserta merasa puas dan ingin kembali lagi ke Kawasan Lindung Sungai Lesan.          Salah satu pembicara dari Badan Lingkungan Hidup  M. Teddy pada acara penutupan mengatakan kemah pelajar di KLSL memang sangat efektif, untuk  membangun rasa kepemilikan terhadap sumber daya hutan dan sikap kritis terhadap pentingnya melestarikan sumberdaya alam dan lingkungan. Selain itu juga untuk menumbuhkan kebanggaan anak-anak dan pemuda terhadap alam sekitarnya. Teddy menambahkan bahwa kegiatan kemah pelajar ini juga merupakan wadah membantu upaya pemerintah lokal dalam mendorong pengembangan kurikulum muatan lokal dan Adiwiyata kepada para guru dari tujuh kampung sekitar Kawasan Lindung Sungai Lesan. Kampung-kampung yang dimaksud ini diantaranya yaitu Merasa, Muara Lesan, Lesan Dayak, Panaan, Long Beliu, Sido Bangen dan Merapun. ­

Teks oleh Fakhrizal Nashr dan Ebe Agustina; foto oleh TNC/Suasana Kemah Pelajar; kontak Ebe Agustina : abunna@tnc.org dan Fakhrizal Nashr : fnashr@tnc.org.   

Comments (0)

Translate Content:

similar campaigns

  • Asia
  • Mammal