Cibadak, 09 Juli 2010. Cuaca yang tidak menentu membuat sebagian petani dalam demplot kedelai di TNUK risau, bulan Juni dan Juli 2010 yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau ternyata masih diguyur hujan yang lebatt secara terus menerus. Kondisi ini mempengaruhi demplot kedelai, usaha untuk melakukan pemeliharaan terasa sia-sia karena genangan air didalam demplot yang tidak henti-hentinya. Pemupukan dan penyemprotan terasa tidak berarti karena selalu diguyur hujan secara tiba-tiba.
Tahun ini mereka masih berharap demplotnya menghasilkan panen yang bagus. walaupun sulit untuk terealisasikan. Cuaca dan hama ulat memang tidak dapat diprediksi oleh petani, tetapi semangat dan keinginan untuk merasakan jerih payahnya masih terlihat dilisan mereka. Bulan Juli akhir tahun ini, kami berencana untuk memanen sebagian demplot kami, dikatakan sebagian karena memang kami melakukan penanaman tidak serentak sebab kondisi demplot yang berbeda satu dengan yang lainnya.
inilah sebagian kondisi tanaman demplot kami
Salam
Indra Harwanto
Comments (4)
Mantap...tapi kalau kendalanya adalah cuaca, kita hanya bisa pasrah...dan berdo'a...
nasib baik, harapan menghentikan hujan. (good luck, hope the rains stop.)
Wow! Mengagumkan nih melihat foto-foto nya ... ini foto dari demplot yang dimana, Mas Indra? Cibadak atau Rancapinang? ... Tetap positif dan pantang menyerah yaaa!
Demplot di Cibadak mbak