RarePlanet.org, as you know it, will retire in spring, 2014. Please visit www.rare.org for new and improved content and subscribe to the e-newsletter for continued Rare stories and updates. Thanks for your contributions. We look forward to hearing from you on Rare.org!

Campaign for Forest Preservation/Halimun-Salak National Park, West Java, Java

Blog

BAKAT-BAKAT TERPENDAM ITU.........

Dulu orang tua saya bilang, "orang sunda itu adalah orang seni".  Maksudnya, setiap orang sunda pasti bisa nyanyi, kalau tidak menari, kalau tidak menabuh gendang, atau lainnya yang bermuatan seni.  Begitulah orang tua saya menyemangati agar saya tidak putus asa untuk terus belajar gamelan sunda saat itu.

Sepertinya saya terngiang lagi dengan kata-kata tersebut, manaka kala kami (tim Kampanye Bangga Hutan Halimun Salak Lestari, Masyarakat Mandiri) erupaya memfasilitasi latihan dan penciptaan lagu-lagu konservasi tahap 2 di Kampung Parigi.  Tersendat memang saat itu, karena bersamaan dengan anak-anak sekolah ujian.  "Jadi.... kita tunda saja dulu ya teh Nani" begitu ujar pak Asim-salah satu guru di SD Parigi.  Dari kunjungan tersebut, kita sama-sama memuat janji untuk bertemu kembali merumuskan syair dan nada lagu-lagu konservasi termasuk bagaimana vedeo klip yang akan dibuat nantinya.

Minggu berikutnya, tim kampanye disibukkan oleh persiapan lokakarya guru dan lomba menggambar dan puisi.  Otomatis, kesepakatan bertemu kembali dengan Pak Asim tertunda lagi.  Begitu pula minggu berikutnya, karena RMI ada agenda kegiatan program lainnya, yaitu SLR-Sekolah Lapang Rakyat.  SLR ini melibatkan kelompok masyarakat di 5 desa di 3 Kabupaten (Bogor-Sukabumi-Lebak) yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Halimun.  Dalam SLR, saya juga harus terlibat sebagai bagian dari tim fasilitator materi HAM dan Gender. 

Tidak dinyana, ternyata proses pelaksanaan SLR, ternyata perwakilan dari Ds. Cisarua salah satunya dalah Pak Asim.  Wah... gayung bersambut nih.  Selain mengikuti SLR, juga bisa merumuskan syair dan lagu disela-sela waktu  rehat. Hari pertama SLR, pagi hari  saat peserta sarapan pagi, saya memutarkan lagu-lagu konservasi yang sudah dibuat sebelumnya oleh masyarakat.  Maksudnya selain untuk mengahangatkan suasana, memberi semangat, dan juga untuk menstimulir baka-bakat "terpendam" dalam mengarang lagu atau kesenian lainnya.  Benar saja, banyak peserta yang bertanya-tanya dan tidak percaya kalau itu lagu buatan saudara-saudara mereka di belahan barat Halimun.  Dan mereka mulai saling berbagi informasi tentang kesenian-kesenian lokal di masing-masing kampung. Pak Asim mulai semangat mempromosikan lagu konservasi sebelumnya yang sudah dia buat.  Dan dengan seamangat pula Pak Asim menyampaikan kalau  akan ada lagu karangan berikutnya.  "Tunggu saja tanggal mainnya", ujar Pak Asim kala peserta SLR lain meminta pak Asim untuk mendendangkan lagu terbarunya.

Berhasil ... pancingan pertama!

Berikutnya, saat rehat, saya mendekati Pak Asim, dan mulai mendiskusikan bagaimana dengan lagu berikutnya yang bisa disumbangkan untuk kegiatan Kampanye Bangga Hutan Halimun Salak Lestari, Masyarakat Mandiri.  Pak Asim tampak tertantang, dan dia meminta diri untuk sejenak beristirahat di kamarnya.
Waktu terus berlalu, materi demi materi SLR disampaikan.  Dan Pak Asim termausk peserta yang aktif mengikuti SLR tersebut.  Sampai pada keesokan harinya, saat sarapan bersama,  Pak Asim bergegas menberikan secarik kertas berisi syair lagu.  "nadanya sudah ada di kepala teh, tapi kan disini ngak ada gamelannya, jadi susah saya.  Nanti setelah SLR selesai, teh Nani ke Parigi aja untuk latihan nada-nada lagu ini ya".  Begitu pak Asim berujar dengan mata yang bersinar semangat.

Seselai SLR, saya terserang flu berat.  Tetapi saya ingat janji dengan Pak Asim.  Maka turunlah Ceceng-staff CO RMI untuk menemui Pak Asim dan latihan lagu baru.  Satu hari Ceceng di Kampung Parigi, tetapi lagu itu baru saya bisa dengar 5 hari kemudian.  Berikut syair lagu yang dikarang oleh masyarakat Parigi (bukan hanya Pak Asim) :


Terima Kasih Taman Nasional Gunung Salak-Halimun
Music & Lyric by : Yogi Trigumilar (Kp. Parigi)

Kini aku mengerti kau begitu berarti.  Di dalam hidupku, di dalam hari-hariku.  Pohon-pohon yang tinggi hijaukan alam ini.  Dan aneka satwa lengkapi hutan ini

Reff :

Taman Nasional Gunung Salak-Halimun.  Terima kasih untukmu.  Aku bangga padamu.  Tlah lestarikan hutan dan alam

Mari kita bersama.  Hijaukan hutan kita.  Ayo jangan ragu.  Mari kita bersatu

Reff : 

Taman Nasional Gunung Salak-Halimun.  Terima kasih untukmu.  Aku bangga padamu.  Tlah lestarikan hutan dan alam.  Terima kasih untukmu.  Terima kasih untukmu

 

Gunung Halimun Jeung Salak
Music & Lyric by : Pak Asim (Kp. Parigi)

Gunung Halimun jeung Salak.  Leuweungna kudu dijaga.  Urang kudu sing sayag.  Ngajaga datangna mangsa

Urang silih raksa.  Moga tong kapaksa.  Sing toladen jeung rumasa.  Miara pakaya, memang sawajibna.  Geten titen ngarawat tanah pusaka

Tanah urang lestarikeun.  Gunung Halimun dijaga.  Urang kudu sing sayaga.  Ngajaga datangna mangsa

Urang silih rawat.  Moga tong kaliwat.  Gunung Halimun jeung Salak.  Ngajaga nga riksa, memang sawajibna.  Gotong royong riwayat kolot baheula

Tanah urang lestarikeun.  Gunung Halimun dijaga.  Urang kudu sing sayaga.  Ngajaga datangna mangsa

Urang silih rawat.  Moga tong kaliwat.  Gunung Halimun jeung Salak.  Ngajaga nga riksa, memang sawajibna.  Gotong royong riwayat kolot baheula

 


Nada-nada lagu tersebut sudah ok.  Satu bernada pop dan satu lagi bernada gamelan sunda.  Namun, setelah diskusi panjang di RMI (Kampanye dan BROP), sepertinya syair lagu ke-1, perlu diperbaiki lagi.  Lagu tersebut lebih sarat TNGHS, kurang mencerminkan ide pengelolaan kolaboratif dan ide-ide pengelolaan hutan oleh masyarakat.  Agenda ini akan dibahas dalam pertemuan kampung berikutnya.  Semoga saja pengarang lagu tidak keberatan.


Well.... kalau begitu sudah lebih dari 10 lagu nih yang terkumpul.  Ternyata ya.... dengan sedikit pancingan, bakat-bakat alamiah masyarakat di bidang seni bisa berhamburan keluar.  Tinggal sedikit dipoles dari segi suara dan tata musik, kemudian rekaman... than.....saya rasa sudah tidak kalah dengan CD-CD yang diproduksi penyanyai Dul Sumbang atau Iwan Falls.  Ini bukan narsis, tapi percaya diri :-P

Bahkan sempat muncul ide-ide gila saat proses supporting visit Rare bulan November lalu.  Kami (tim Kampanye RMI dan Mbak Asti) pernah terbersit membuat program reality show yang bisa dijual ke TV-TV swasta tentang proses penciptaan lagu di kampung-kampung termasuk video klipnya, yang mendatangkan artis terkenal-Melly Guslow misalnya, dan selanjutnya lagu tersebut direkam.  Idenya adalah menyemarakan isu konservasi (bisa dikemas dengan isu CLIMATE CHANGE - yang lagi ngetrend itu), tidak hanya di masyarakat basis, tetapi juga dikalangan selebritis dan masyarakat umum.  "Wah..... kayaknya ide ini kalau digarap serius bisa mendatangkan uanga banyak nih"... ujar mbak Asti


Hmmm..... banyak hal yang muncul dikepala, tetapi kembali harus mendarat dan fokus pada capaian kampanye.  SEMANGAT...SEMANGAT....
 

 

Comments (0)

Translate Content:

similar campaigns

  • Asia
  • Bird